Tanam Herbal Lokal Daun Golkar sebagai salap luka
- 22 Okt 2024 12:00 WIB
- Atambua
KBRN, Alor : Naylasari Stefani Waang dan Dara Vita Febriana siswi kelas 11 SMA Negeri 1 Kalabahi yang mengikuti ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tahun 2024 yang di selenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Melalui kegiatan ini, kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar, termasuk menggali potensi sumber daya lokal yang memiliki dampak global akan terus ditumbuhkan. Dengan demikian, OPSI menjadi wadah bagi para siswa SMA/sederajat untuk mengaktualisasikan bakat, minat, dan kemampuan dalam meneliti dan berinovasi serta menanamkan budaya meneliti di kalangan siswa.
Dara Vita Febriana juga menyampaikan ketertarikan dalam hal penelitian bahan lokal yang bisa dijadikan sesuatu penelitian baru yang belum ditemukan oleh siapapun.
"Melihat potensi di kabupaten alor yang banyak tanaman herbal yang harus dikembangkan dan melihat daun golkar (kopasanda) sebagai salah satu tanaman herbal yang banyak tumbuh liar
Untuk olimpiade OPSI, ada 3 tahapan pertama mengirim proposal itu berisi data - data penilitian yang tidak ada referensi di google, jadi murni berisi kreatifitas penemuan sendiri," ungkapnya dalam dialog sore ceria RRI SP Alor, senin (21/10/2024).
Selain itu, Naylasari Stefani Waang menjelaskan cara meneliti tanaman daun golkar atau nama lainnya daun kopasanda sebagai tanaman herbal menjadi salap luka.
"Caranya, mulai dari mencari daun golkar (kopasanda), kemudian dibersihkan dan dijemur selama 3 hari di haluskan dengan blender dan dicampurkan dengan etanol sehingga mengasilkan 150 ml dalam botol gelap terus didiamkan lagi selama 3 hari dan disaring dengan kertas saring, hasilnya ditambah etanol lagi sehingga diektraks menjadi 50 ml larutannya menjadi kental kemudian ditambahkan dengan cairan lilin dari sarang lebah dan cairan dari tanaman lidah buaya, kemudian dijadikan salap. Proposal yang kedua berisi foto dokumentasi selama proses pekerjaan hingga hasil yang telah didapatkan," ungkapnya pada kesempatan yang sama.
Meskipun persiapan yang dilakukan membutuhkan waktu yang lama ekstra disekolah dan adanya kesulitan dalam penelitian ini tidak mematahkan semangat mereka untuk mendapatkan hasil yang bagus dengan adanya partisipasi dari teman, keluarga dan guru pembimbing membuat mereka tetap semangat dan penuh harapan ditahun depan untuk kegiatan OPSI bisa melakukan yang terbaik dan melestarikan tanama herbal yang ada di Alor. (Flora kamesa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....