Uji Nyali Curug Sema Gunungmanik, Sensasi Canyoning yang Mulai Dilirik Wisatawan

  • 22 Jun 2026 08:07 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan – Aktivitas wisata petualangan berbasis alam semakin diminati wisatawan di Kabupaten Kuningan. Salah satunya melalui kegiatan canyoning dan repling yang dikembangkan di kawasan Curug Sema, Desa Gunungmanik, Kecamatan Ciniru.

Fasilitator kegiatan wisata petualangan Wisata Tebing Linggasana, Nur Imamah atau Teh Imam, mengatakan canyoning di Curug Sema menjadi salah satu aktivitas yang banyak diminati wisatawan. “Salah satunya adalah canyoning, yaitu aktivitas menyusuri dan menuruni air terjun di Curug Sema dengan dipandu oleh teman-teman Wisata Tebing Linggasana,” ujar Nur Imamah, pada Minggu, 21 Juni 2026.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya diajak menikmati keindahan air terjun yang asri. Mereka juga harus menaklukkan tantangan menyusuri aliran sungai, melewati medan berbatu, hingga menguji adrenalin menuruni dinding air terjun menggunakan perlengkapan keselamatan khusus.

Selain canyoning di Curug Sema, wisatawan dapat mencoba aktivitas ekstrem seperti repling atau turun tebing di Tebing Linggasana. Tak hanya itu, tersedia pula berbagai pilihan paket petualangan seru lainnya di Curug Luhur yang berada di kawasan Selajambe.

Menurut Teh Imam, minat wisatawan terhadap kegiatan berbasis tantangan alam terus meningkat. Peserta tidak hanya berasal dari wilayah Kuningan dan Cirebon, tetapi juga datang dari berbagai daerah di luar Jawa.

“Peserta paling jauh kemarin setelah Lebaran ada dari Kalimantan. Ada juga dari Bandung dan Jakarta, sementara yang terbanyak masih dari Kuningan dan Cirebon,” katanya menuturkan.

Untuk menjaga keselamatan peserta, setiap kegiatan menerapkan pembatasan kuota dalam satu perjalanan. Untuk canyoning di Curug Sema, jumlah peserta maksimal sekitar 30 orang dalam satu trip, sedangkan Curug Luhur sekitar 15 orang dan Tebing Linggasana sekitar 25 sampai 30 orang.

Ketua Kelompok Tani Gandamekar II, Desa Gunungmanik, Sarmad Nurmansah, mengatakan pengembangan wisata petualangan di Curug Sema perlu dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Ia menyebut, kawasan tersebut memiliki potensi wisata yang besar, namun keberlanjutan alam harus menjadi perhatian utama.

“Yang penting alam ini harus dijaga. Wisata boleh berkembang, tetapi jangan sampai merusak kawasan yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ujar Sarmad yang akrab disapa Asep.

Menurutnya, masyarakat terus mendukung pengembangan Curug Sema dengan konsep wisata yang ramah lingkungan serta tetap mempertahankan nilai budaya dan kearifan lokal. “Saat ini masih tahap perintisan. Kita ingin berkembang, tetapi tetap menjaga alam dan kawasan ini,” katanya.

Melalui perpaduan keindahan alam yang asri dan tantangan aktivitas luar ruang, Curug Sema menawarkan sensasi liburan yang berbeda. Tak heran jika kini destinasi tersebut mulai dilirik sebagai salah satu magnet wisata petualangan baru di Kabupaten Kuningan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....