Wisman Turun 73 Persen, Status Kuningan sebagai Kabupaten Wisata Dipertanyakan
- 28 Apr 2026 20:12 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan – Kinerja sektor pariwisata Kabupaten Kuningan menunjukkan pelemahan signifikan. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuningan mencatat penurunan tajam pada kunjungan wisatawan, okupansi hotel, hingga lama menginap sepanjang Februari 2026.
Kepala BPS Kuningan, Urip Sugeng Santoso, mengungkapkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang menginap di hotel bintang hanya 5 kunjungan, turun drastis dari 19 kunjungan pada Januari 2026. “Wisman yang tercatat menginap di hotel bintang Kabupaten Kuningan pada Februari 2026 sebanyak 5 kunjungan, atau menurun 73,68 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” ujarnya, Selasa 28 April 2026.
Penurunan juga terjadi pada wisatawan nusantara (wisnus). Pada Februari 2026, jumlah perjalanan wisnus ke Kuningan tercatat 222.499 perjalanan, atau turun 25,03 persen dibandingkan Januari 2026.
“Jumlah perjalanan wisatawan nusantara tujuan Kabupaten Kuningan pada Februari 2026 tercatat 222.499 perjalanan atau turun 25,03 persen secara bulanan,” kata Urip.
Dampaknya terlihat pada sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel hanya mencapai 26,84 persen, turun 6,13 poin dari bulan sebelumnya.
Rata-rata lama menginap pun hanya 1,11 malam, menunjukkan wisatawan belum menjadikan Kuningan sebagai destinasi utama. “Rata-rata lama menginap tamu pada Februari 2026 tercatat 1,11 malam,” ucapnya menambahkan.
Jika dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Barat, posisi Kabupaten Kuningan masih tertinggal. Kabupaten Bogor mampu menarik wisatawan dalam jumlah besar dengan tingkat hunian hotel tinggi, terutama di kawasan Puncak.
Sementara Kabupaten Bandung Barat unggul lewat pengembangan destinasi buatan di Lembang yang mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan. Adapun Kabupaten Pangandaran telah memiliki daya tarik ikonik wisata pantai yang dikenal luas dan mampu menahan wisatawan lebih lama.
Sebaliknya, Kuningan masih didominasi wisata alam tanpa penguatan atraksi dan event yang berkelanjutan, sehingga wisatawan cenderung datang dalam waktu singkat. Meski secara tahunan jumlah wisatawan nusantara masih menunjukkan pertumbuhan, penurunan tajam secara bulanan menjadi peringatan bagi pemerintah daerah.
Tanpa penguatan destinasi unggulan, event berskala besar, serta strategi promosi yang konsisten, klaim Kuningan sebagai daerah pariwisata dinilai belum sepenuhnya tercermin dari data di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....