Eksistensi Keraton Kasepuhan Cirebon Sebagai Pusat Syiar Islam Modern

  • 26 Mar 2026 21:09 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO ID, Cirebon – Keraton Kasepuhan Cirebon terus bertransformasi menjadi pusat edukasi budaya dan agama bagi masyarakat di era modern. Meskipun tidak lagi memiliki kekuasaan politik, pengaruh sosial dan spiritualnya tetap terasa kuat.

Wakil Kepala Pemandu Keraton Kasepuhan, Raden Nanung Muhammad Suradi menjelaskan bahwa misi utama keraton sebagai pusat syiar tetap berjalan konsisten. Kegiatan keagamaan terus diadaptasi agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Pihak keraton rutin melibatkan para ulama dan kiai dari Masjid Agung Sang Cipta Rasa dalam berbagai acara. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan pencerahan rohani bagi para pengunjung maupun masyarakat lokal.

"Kita mempertahankan adat tradisi dalam rangka ya syiar Islam juga," ujarnya kepada RRI Rabu, 25 Maret 2026. Melalui acara tausiyah yang digelar pada momen tertentu, nilai-nilai luhur keislaman disampaikan secara santun.

Pengunjung yang datang dari berbagai daerah tidak hanya melihat bangunan fisik, tetapi juga mendalami makna filosofisnya. Keraton menjadi ruang pertemuan antara tradisi masa lalu dengan dinamika kehidupan masa kini.

Pemanfaatan media seni dan pertunjukan tradisional tetap dipertahankan sebagai daya tarik sekaligus sarana dakwah. Cara ini dinilai efektif dalam menyentuh sisi emosional masyarakat tanpa kesan menggurui.

"Walaupun sudah tidak mempunyai kekuasaan lagi tapi misinya sebagai pusat syiar Islam," ucapnya. Komitmen ini membuktikan bahwa keraton mampu bertahan melintasi berbagai zaman dan sistem pemerintahan.

Keberlanjutan tradisi ini diharapkan dapat memperkokoh fondasi moral bangsa di tengah arus globalisasi. Keraton Kasepuhan tetap berdiri tegak sebagai pilar pelestari nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....