Simbol Toleransi Beragama di Keraton Kasepuhan Cirebon Masih Terjaga

  • 26 Mar 2026 20:51 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Keraton Kasepuhan Cirebon menyimpan keunikan berupa simbol-simbol keberagaman agama yang tetap terjaga di dalam lingkungan istana. Kehadiran berbagai ornamen lintas keyakinan ini menunjukkan tingginya nilai toleransi sejak zaman dahulu.

Wakil Kepala Pemandu Keraton Kasepuhan, Raden Nanung Muhammad Suradi menjelaskan bahwa di lingkungan keraton terdapat simbol dari agama Buddha, Hindu, hingga Kristen. Unsur-unsur tersebut diletakkan berdampingan sebagai wujud penghormatan terhadap sejarah kepercayaan di Indonesia.

Porselen yang menempel pada dinding keraton menunjukkan motif-motif yang menceritakan hikayat dari kitab suci agama lain. Selain itu, terdapat pula patung Lembu Nandi yang merupakan simbol penting dalam ajaran Hindu.

"Itu sebagai simbol, kita sebagai khususnya umat Islam, itu hanya dijadikan simbol aja, bukan mengimani," ucapnya kepada RRI Rabu, 25 Maret 2026. Keberadaan simbol tersebut membuktikan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi harmonisasi kehidupan di keraton.

Meskipun memiliki beragam simbol agama, visi utama keraton tetap konsisten sebagai pusat penyebaran agama Islam. Hal ini tercermin dari kegiatan rutin seperti peringatan hari besar Islam yang melibatkan banyak masyarakat.

Masyarakat dari berbagai daerah sering berkunjung untuk melihat langsung bagaimana akulturasi budaya ini dipraktikkan. Keraton menjadi ruang edukasi mengenai pentingnya menghargai perbedaan di tengah masyarakat yang majemuk.

"Yang disyiarkan di sini nilai-nilai keagamaan, jadi di dalamnya bukan hanya agama Islam, hanya saja di sini yang disyiarkan tentu saja agama Islam dengan menghormati agama-agama lain," katanya. Prinsip menghormati pemeluk agama lain menjadi landasan utama yang diwariskan oleh Sunan Gunung Jati.

Hingga saat ini, nilai-nilai toleransi tersebut terus dipertahankan agar dapat menjadi teladan bagi kerukunan umat beragama. Upaya pelestarian ini membuat Keraton Kasepuhan tetap relevan sebagai destinasi wisata sejarah dan religi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....