Ini Negara dengan Risiko Pencurian Tertinggi di Eropa

  • 15 Feb 2026 16:25 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Keindahan kota-kota di benua Eropa mulai dari keindahan arsitektur hingga wisata sejarahnya selalu menjadi impian banyak orang untuk dikunjungi. Namun dibalik keindahannya ada ancaman keamanan yang nyata bagi para pelancong seperti pencopetan dan pencurian koper yang masif.

Melansir Travel and + Leisure, Kamis, 12 Februari 2026, sebuah studi menyebut kasus pencurian adalah kejahatan yang paling sering dialami wisatawan di Eropa. Berdasarkan data kriminal lokal terdapat beberapa kota di Eropa yang paling sering mengalami kasus pencurian seperti pembobolan rumah, pencurian kendaraan, hingga kasus penjambretan dan copet.

Inggris adalah negara pertama dengan kasus pencurian paling tinggi menurut laporan yang dirilis Atmos sebuah perusahaan perdagangan pada Desember 2025. Tercatat sekitar 254.000 kasus pembobolan rumah dan 121.000 kasus pencopetan setiap tahunnya.

Hal ini menjadikan Inggris sebagai destinasi di Eropa dengan kasus pencurian yang tinggi. Dibawahnya terdapat negara Prancis dengan sekitar 63.000 kasus perampokan dan 126.000 kasus pencopetan setiap tahunnya.

Kasus pencurian di Prancis seringnya terjadi di sekitar hotel mewah dan kawasan belanja kelas atas. Para pencuri biasanya mengincar wisatawan dengan barang dan perhiasan yang mencolok.

Diurutan ketiga terdapat negara Denmark dengan sekitar 23.000 kasus pembobolan properti setiap tahunnya. Meskipun wilayahnya relatif kecil, data menunjukkan bahwa hampir 160.000 orang melaporkan kehilangan barang setiap tahun, angka yang terbilang tinggi dibandingkan negara Eropa lainnya.

Selain ketiga negara dengan kemanan paling rawan bagi wisatawan, laporan tersebut juga memuat negara paling aman di Eropa. Latvia disebut sebagai destinasi paling aman bagi wisatawan dengan kasus pencurian paling rendah yakni hanya sekitar 700 kasus setiap tahunnya.

Meskipun demikian, para peneliti menggarisbawahi bahwa data ini tidak bertujuan untuk mencemaskan wisatawan. Sebagai perbandingan, Amerika Serikat mencatat lebih dari 839.000 kasus pembobolan rumah sepanjang 2024, angka yang jauh lebih besar dari laporan di Eropa tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....