FKSM 2025 Sulap Gudang Tua Jadi Galeri Kreatif

  • 30 Nov 2025 18:33 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Kawasan gudang tua di Kompleks Pelabuhan PT Pelindo Regional 2 Cirebon berubah fungsi menjadi ruang seni terbuka melalui penyelenggaraan Festival Komunitas Seni dan Media (FKSM) 2025 yang berlangsung pada 17–23 November 2025. Festival ini menghadirkan pameran seni media, pertunjukan lintas medium, video mapping, serta berbagai kegiatan publik.

FKSM 2025 digelar oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kota Cirebon dan PT Pelindo. Festival ini dirancang sebagai ruang temu ekosistem seni media, tempat seniman, komunitas, dan masyarakat berinteraksi, berbagi gagasan, serta mengembangkan karya berbasis medium alternatif.

Dengan mengusung tema “Rentang Lawang”, FKSM mengajak pengunjung menelusuri ruang peralihan antara tradisi masa lalu dan praktik seni kontemporer. Pemanfaatan pelabuhan tua sebagai lokasi festival sekaligus menjadi bentuk revitalisasi ruang sejarah dan upaya memperkuat identitas budaya lokal.

Festival ini menampilkan 20 karya seni media, terdiri atas 8 karya individual, 9 kolaborasi, dan 3 karya kolektif. Sejumlah seniman dari berbagai daerah turut berpartisipasi, antara lain Angelissa Melissa, Arum Dayu, Tromarama, Toyol Dolanan Nuklir, Made Casta x Hafiz Maha, serta seniman lokal seperti Ellsa Berlandha dan Farida Mahri.

Selain pameran karya, FKSM 2025 juga menghadirkan rangkaian program seperti pertunjukan musik tradisi yang dipadukan dengan DJ, panggung senja, layar tancap, lokakarya, diskusi publik, hingga tur heritage menuju Kota Tua dan Pecinan Cirebon. Aktivasi komunitas dan permainan tradisional juga melibatkan partisipasi masyarakat.

Antusiasme masyarakat terhadap festival ini sangat besar, meskipun hingga kini pihak penyelenggara belum merilis data resmi melalui Instagram FKSM. Berdasarkan informasi dari pengunjung yang hadir pada hari terakhir, tercatat sudah mencapai lebih dari 21.000 pengunjung. Salah satu mahasiswa UIN SSC yang ikut berpartisipasi dalam acara ini mengungkapkan kesan positifnya terhadap penyelenggaraan FKSM tahun ini.

“Acara ini sangat mengagumkan bagi saya sendiri. Selain mendapatkan pengetahuan baru tentang seni, kita juga dapat menyaksikan pelestarian budaya-budaya Nusantara yang ada di Indonesia dalam acara FKSM ini,” ujar Ananda Nurprihartati selaku gallery sitter.

Penyelenggaraan festival ini diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi seni sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis komunitas. Pemerintah Kota Cirebon menilai kehadiran FKSM menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kembali warisan budaya melalui pendekatan seni dan teknologi.

FKSM 2025 bukan sekadar agenda seni; ia adalah peristiwa budaya. Melalui festival ini, gudang tua yang dulunya hanya menjadi tempat penyimpanan barang kini berubah menjadi ruang kreativitas yang terbuka bagi semua.

Di sinilah masa lalu dan masa depan bersua; di mana suara tradisi, narasi sejarah, dan teknologi digital saling berkelindan membentuk wajah baru ekosistem seni Indonesia dimulai dari Pelabuhan Cirebon.

Penulis: Yolanda Aura Rodisentya, Ulfi Nurkholifatunnisa, Siti Parhah Wahidah Salamah, dan Dewi Kusuma.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....