West Java Tourism Exchange ke-3, Perkuat Pariwisata Cirebon

  • 28 Agt 2025 07:56 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon bersama Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPC Cirebon Raya menggelar West Java Tourism Exchange (WJTE) ke-3 bertajuk “Ayo Dolan Ning Kabupaten Cirebon” yang dilaksanakan di Hotel Patra Cirebon pada Rabu (27/8/2025). Ketua Umum ASPPI, Agus Pahlevi, menyebut pelaksanaan WJTE merupakan bentuk komitmen asosiasi untuk selalu bersinergi dengan pemerintah dalam memperkenalkan destinasi wisata. Menurutnya, ASPPI mendukung penuh pengembangan berbagai segmen pariwisata, termasuk wellness tourism, gastronomi, hingga bahari atau marine tourism.

“ASPPI bersama pemerintah siap mewujudkan target yang telah dicanangkan Kementerian Pariwisata. Kami juga terus berkolaborasi dengan unsur pentahelix, termasuk media, untuk memperluas informasi dan meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara maupun mancanegara,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Disbudpar Kabupaten Cirebon, Amin Mughni, menjelaskan WJTE ke-3 ini menjadi ajang promosi sekaligus penawaran produk unggulan daerah. Berbagai pelaku usaha pariwisata dan budaya menampilkan potensi wisata religi, wisata alam, kuliner, hingga produk UMKM lokal.

“Kami berterima kasih atas dukungan berbagai pihak, termasuk tamu undangan yang hadir dari berbagai daerah. Melalui forum ini, diharapkan geliat ekonomi daerah tetap terjaga, khususnya lewat sektor wisata, budaya, dan UMKM,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Muchyidin, menegaskan pihaknya akan terus mendukung langkah-langkah promosi yang dilakukan Disbudpar bersama ASPPI.

Ia mencatat, jumlah kunjungan wisatawan ke Cirebon tahun ini mengalami peningkatan. "Sudah ada peningkatan di 2025, hingga bulan kemarin tercatat sekitar 1.000.200 kunjungan. Kita lihat sudah ada kenaikan 10–15 persen dan ini sangat positif untuk Kabupaten Cirebon,” ujarnya.

West Java Tourism Exchange (WJTE) ke-3 merupakan kegiatan tahunan berbentuk Business to Business (B2B) Table Top Forum yang mempertemukan para seller—seperti pengelola destinasi wisata, pemilik hotel, dan restoran—dengan buyer yang terdiri dari agen perjalanan. Pada kegiatan tahun ini, tercatat diikuti sekitar 50 seller dan 100 buyer dari berbagai wilayah, baik nasional maupun internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....