Revitalisasi Goa Jepang Majalengka Tanpa Dana APBD
- 28 Jul 2025 14:04 WIB
- Cirebon
KBRN, Majalengka: Di tengah keterbatasan anggaran daerah, upaya pelestarian sejarah di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, justru mendapat napas baru lewat kolaborasi kreatif lintas sektor.
Salah satu buktinya, revitalisasi Goa Jepang di Kelurahan Tonjong, yang dipastikan akan dimulai tahun ini tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dukungan utama datang dari PT Leetex Garment Indonesia, perusahaan garmen yang berlokasi di Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka.
Lewat kemitraan ini, Pemkab Majalengka merancang ulang wajah Goa Jepang sebagai ruang publik yang edukatif, estetik, dan menjadi wadah tumbuhnya ekonomi kreatif serta UMKM.
Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Kabupaten Majalengka, Wawan Sarwanto mengatakan, revitalisasi akan segera dimulai, seluruh pembiayaan berasal dari kolaborasi sektor swasta tanpa APBD.
"Ini membuktikan bahwa pelestarian sejarah bisa dilakukan dengan pendekatan modern, efisien, dan berdampak luas," ujar Wawan Sarwanto, Senin (28/7/2025).
Proyek ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Aeron Randi dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari budayawan, Dinas PUTR, Disparbud, Kodim 0617, hingga Dinas Koperasi dan UKM.
Bahkan, teknis keamanan kawasan juga dikaji bersama UPTD SDA Cimanuk-Cisanggarung untuk memastikan lokasi aman dari potensi banjir. Tak hanya sekadar penataan, kawasan ini dirancang untuk menyasar segmen generasi muda.
"Pemasangan pencahayaan estetik diperbolehkan, supaya generasi muda bisa tertarik berkunjung, ngopi, dan tetap mendapat pengalaman sejarah," ucap Wawan.
Lebih dari sekadar wisata sejarah, Pemkab Majalengka mendorong agar kawasan ini menjadi pusat kegiatan UMKM. Para pelaku usaha yang terlibat telah diseleksi oleh Dinas K2UKM.
Sehingga kawasan ini tidak hanya menjadi ruang estetika, tapi juga produktivitas ekonomi rakyat. Nantinya, kawasan Goa Jepang juga akan dilengkapi gazebo dan kedai.
"Bahkan, hingga properti tematik zaman kolonial yang dapat digunakan pengunjung untuk berfoto. Semuanya diarahkan untuk menyeimbangkan nilai sejarah dengan daya tarik kekinian," kata Wawan.
Sementara itu, Bupati Majalengka, H Eman Suherman, menegaskan bahwa Goa Jepang adalah contoh bagaimana aset sejarah bisa diubah menjadi kekuatan ekonomi baru.
"Ini cara kita memberi makna pada sejarah, bukan sekadar mengenang, tapi mengelola dan menghidupkannya,” ujar Eman Suherman.
Revitalisasi Goa Jepang ini dinilai berpotensi menjadi ikon baru kota Majalengka, bukan hanya sebagai tempat wisata sejarah, tetapi juga sebagai ruang hidup kolaboratif yang menyatukan memori masa lalu dengan geliat masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....