Wisata Panyaweuyan Majalengka Masih Diminati
- 03 Apr 2025 20:32 WIB
- Cirebon
KBRN, Majalengka: Animo masyarakat untuk berkunjung ke Objek wisata Terasering Panyaweuyan Majalengka pada saat Hari Lebaran 1 Syawal 1446 Hijriyah atau 31 Maret 2025 justru minim pengunjung. Namun sejak tanggal 1 dan 2 April 2025, mulai berdatangan dan bahkan terjadi lonjakan pengunjung.
Hal tersebut disampaikan Pengelola Objek wisata Terasering Panyaweuyan Majalengka, Mulyadi atau yang akrab disapa Mangku kepada rri.co.id, Kamis (3/4/2025). Diakuinya total pengunjung selama H plus 1 dan 2 Lebaran, mencapai 5 ribu 702 pengunjung atau naik seribu orang lebih dari tahun 2024 lalu.
"Pada saat tanggal 1 dan 2 April 2025 ini pengunjungnya melonjak cukup signifikan," ujarnya.
Menurut Mulyadi Objek wisata Terasering Panyaweuyan menawarkan keindahan pemandangan alam yang berlatar perkebunan tanaman bawang merah. Untuk menyambut libur Lebaran, pihaknya mempersiapkan lahan terutama parkiran dan akses jalan. Mengingat di obyek wisata Panyaweuyan merupakan jalan pegunungan, dan debit air saat turun hujan sehingga ketika saluran air meluap maka menyebabkan titik-titik jalan yang terkena air dan akhirnya berlubang.
Untuk itu pihaknya mempersiapkan beberapa langkah untuk menambal jalan berlubang tersebut, dan juga mengkondisikan penataan lokasi dengan membersihkan rumput serta tumpukan sampah yang terbawa arus air hujan.
"Jauh-jauh hari kami himbau melalui medsos juga terus di lokasi juga kita memasang spanduk himbauan terutama ini kan aksesnya naik otomatis kalau pulang turun. Jadi kita harus prioritaskan masalah kondisi kendaraan yang siap berkunjung ke Panyaweuyan. Terus selain itu dari pihak pengelola juga menyiapkan bantuan berupa pengecekan fisik kendaraan atau terutama dalam masalah pengereman. Ada juga pos peristirahatan agar pengunjung bisa berhenti atau istirahat mendinginkan suhu mesin," katanya.
Dibagian lain, Mulyadi juga mengungkapkan lahan Terasering Panyaweuyan Majalengka adalah milik masyarakat dan keterbatasan lokasi serta akses jalan yang sempit sehingga tidak ada resto atau bahkan rumah makan yang tersedia disana. Namun hanya warung biasa dan salah satu titiknya ada coffee shop yang menghadap ke arah pemandangan perkebunan bawang merah.
"Ya adanya warung-warung alami biasa, karena keterbatasan lokasi yang ada," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....