Sangkanika Edugarden jadi Contoh Wisata Ramah Disabilitas
- 22 Feb 2025 12:40 WIB
- Cirebon
KBRN, Kuningan: Sangkanika Edugarden memperoleh penghargaan sebagai destinasi wisata ramah bagi tunanetra dari Dewan Pengurus Cabang Persatuan Tunanetra Indonesia (DPC Pertuni) Kabupaten Kuningan. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi terhadap upaya Sangkanika Edugarden dalam menciptakan fasilitas wisata yang inklusif bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra.
Acara penganugerahan diadakan di Sangkanika Edugarden pada Sabtu, 15 Februari 2025, dan dihadiri oleh anggota DPC Pertuni Kuningan serta perwakilan media. Manajer Sangkanika Edugarden Merdy Septian mengatakan menciptakan lingkungan yang inklusif adalah tujuan utama mereka.
“Kami berusaha menyediakan ruang wisata yang bisa diakses oleh semua orang, termasuk tunanetra, agar mereka tetap bisa menikmati pengalaman wisata seperti pengunjung lainnya,” ujar Acil, sapaan akrabnya, Sabtu (22/2/2025).
Acil menjelaskan bahwa sejumlah fasilitas ramah disabilitas telah disediakan di Sangkanika Edugarden, antara lain jalur khusus untuk pengguna kursi roda, toilet disabilitas, dan area yang memudahkan mobilitas pengunjung dengan keterbatasan.
“Kami sadar bahwa tidak semua destinasi wisata menyediakan fasilitas yang mendukung penyandang disabilitas. Kami ingin menunjukkan bahwa wisata inklusif untuk tunanetra itu mungkin dan penting,” ujarnya.
Ketua DPC Pertuni Kabupaten Kuningan, Budi Hidayah, menyampaikan penghargaan atas komitmen Sangkanika Edugarden.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan komitmen yang ditunjukkan oleh Sangkanika Edugarden. Ini lebih dari sekedar fasilitas, tetapi juga menunjukkan penghargaan terhadap hak-hak penyandang disabilitas, termasuk tunanetra,” katanya.
Budi berharap penghargaan ini bisa mendorong tempat wisata lain di Kuningan untuk lebih memperhatikan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
“Jika lebih banyak destinasi wisata yang menyediakan fasilitas ramah disabilitas, maka lebih banyak orang yang dapat menikmati wisata tanpa hambatan. Kami berharap Sangkanika Edugarden bisa menjadi teladan bagi destinasi wisata lainnya,” katanya.
Rahmat, seorang pengunjung tunanetra, berbagi pengalamannya selama mengunjungi Sangkanika Edugarden.
“Biasanya kami kesulitan menemukan tempat wisata yang dapat diakses dengan mudah. Namun di Sangkanika Edugarden, kami merasa dihargai dan bisa menikmati berbagai fasilitas wisata seperti pengunjung lainnya,” ucapnya.
Selain itu, Sangkanika Edugarden juga aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya inklusivitas dengan mengadakan berbagai kegiatan yang melibatkan komunitas penyandang disabilitas.
“Kami akan terus berinovasi dan mengevaluasi untuk meningkatkan fasilitas wisata inklusif. Kami ingin Sangkanika Edugarden menjadi contoh bahwa wisata harus bisa diakses oleh semua orang, termasuk tunanetra,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....