Dolomites, Keajaiban yang Tersembunyi
- 18 Okt 2024 09:00 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Bagi mereka para pecinta keindahan alam, rasanya tak akan pernah bosan untuk mengulik tempat-tempat yang menyajikan keajaiban alam. Biasanya mereka dengan sengaja menelusuri destinasi tersebut atau bahkan mereka reka mengeluarkan materi dan fisiknya untuk mengunjungi tempat tersebut. Adalah yang adalah jajaran pegunungan yang terletak di wilayah timur laut Italia. Pegunungan ini merupakan bagian dari Southern Limestone Alps, European Alps yang membentang dalam bentuk bulan sabit besar dari Perancis melalui Italia Utara, Swiss, Austria dan Slovenia. Dolomites terbentang mulai dari Sungai Adige di barat hingga Lembah Piave di timur, tepatnya terletak di perbatasan utara dan selatan yang dibatasi oleh Lembah Puster di utara dan Lembah Sugana di selatan.
Lantas mengapa kemudian Dolomites disebut sebagai pegunungan yang memiliki keajaiban tersembunyi? Ada apakah disana? Dilansir dari laman educated-traveller.com, Nama Dolomite berasal dari ilmuwan Perancis yang mengamati batuan dolomit pada abad ke-18. Namanya Deodat de Gratet de Dolomieu (1750-1801). Dolomieu adalah seorang ahli kimia dan mineralogi Perancis. Saat bepergian ke Roma pada tahun 1789 ia mengumpulkan sejenis batu aneh di Valle Isarco, Italia. Dimana batuan tersebut terbuat dari kombinasi mineral yang sebelumnya tidak diketahui: kalsium magnesium karbonat, CaMg(C03)2. Kata Dolomit kemudian dijadikanistilah ilmiah yang diterapkan pada formasi geologi unik Pegunungan Dolomit.
Pemandangan Dolomites yang fantastis disebabkan oleh geologinya. Puncak gunung yang bergerigi dan khas ini cukup aneh dan tidak biasa dibandingkan dengan pegunungan Alpen lainnya dan pegunungan lain di Belahan Bumi Utara. Ciri unik utama Dolomit adalah struktur geologinya. Mereka terutama terdiri dari dua jenis batuan yang berbeda, vulkanik dan dolomit. Batuan vulkanik merupakan batuan yang mengalami metamorfosis dan sangat keras serta tahan terhadap pelapukan. Batuan dolomit merupakan salah satu jenis batu kapur yang mengandung magnesium dalam kadar yang sangat tinggi.
Dolomites adalah kawasan alami yang sangat indah. Banyak lereng yang lebih landai menghadap ke selatan dan sangat cerah di musim panas. Jadi kawasan ini sangat populer di kalangan pendaki dan pejalan kaki. Selain itu, kandungan mineral yang tinggi pada bebatuan memberikan warna merah muda pada pegunungan, terutama saat fajar dan senja. Fenomena ini disebut 'l'enrosadira' dalam bahasa Italia dan secara harfiah berarti 'menjadi merah muda'. Hal ini menghasilkan jalan-jalan yang indah dan penuh atmosfer di pegunungan pada pagi hari saat matahari terbit atau sore hari, tepat saat matahari terbenam. Pejalan kaki yang beruntung dapat menyaksikan pegunungan berubah warna dari abu-abu, merah muda, dan ungu. Dalam bahasa Inggris 'l'enrosadira' kadang-kadang disebut sebagai 'alpenglow'.
Sementara itu mengutip dari laman hiddengemguide.com, bahwa tidak seperti beberapa destinasi pegunungan lainnya, Dolomites yang jelas mudah diakses untuk dijelajahi karena letaknya memang ada di jantung Eropa, pegunungan ini benar-benar impian untuk aktivitas luar ruangan sepanjang tahun. Yang paling terkenal di musim dingin, banyak resor ski kelas dunia seperti Corvara dan Alta Badia menawarkan pemandangan menurun yang dramatis.
Di musim panas, Dolomites berubah menjadi negeri impian bagi para pendaki, pesepeda, dan mereka yang hanya ingin menikmati perjalanan darat melintasi beberapa jalur pegunungan yang paling indah, lembah hijau, dan danau zamrud. Tidak hanya itu, di Dolomites wisatawan juga akan mendapatkan tambahan pengalaman kuliner yang luar biasa. Polenta, daging buruan, pangsit, dan apfelstrudel adalah beberapa hidangan khas daerah yang wajib dicoba dalam sajian lezat Alpen ala Italia di kawasan ini.
Dolomites paling mudah diakses dengan mobil, tetapi ada beberapa pilihan untuk terbang. Ada Bandara Verona, dengan koneksi kereta api sederhana ke Trento dan Bolzano, serta kota-kota kecil yang lebih jauh ke pegunungan. Bandara Innsbruck di Austria Utara adalah alternatif lain, juga dengan kereta langsung ke kota-kota tersebut. Lebih jauh, Anda dapat terbang ke Milan/Bergamo atau Venesia, keduanya dapat dicapai dalam waktu 3 sampai dengan 4 jam dengan kereta api.
Di musim panas, pertengahan Juni hingga akhir September, Dolomites akan menawarkan cuaca terbaik yang memungkinkan Anda untuk mengunjungi bagian mana pun dari pegunungan tersebut. Seperti kebanyakan tempat di Eropa, bulan Agustus cenderung cukup ramai terutama di beberapa kota yang lebih populer seperti Cortina d'Ampezzo, tetapi untuk kegiatan luar ruangan, Dolomites masih aman untuk dikunjungi saat itu.
(Sumber: educated-traveller.com, hiddengemguide.com)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....