Refleksi 19 Tahun IPeKB: Menjaga Asa dari Keluarga untuk Indonesia
- 27 Jul 2026 09:00 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan - Tahun ini Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Indonesia (IPeKB) memasuki usia ke-19. Bagi saya, momentum ini memiliki makna yang sangat personal.
Delapan belas tahun perjalanan IPeKB saya lalui, seiring pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Penyuluh Keluarga Berencana yang kini telah memasuki tahun ke-37. Saya menjadi saksi lahir, tumbuh, dan berkembangnya organisasi profesi yang kini menjadi rumah besar bagi para Penyuluh KB di seluruh Indonesia.
Sembilan belas tahun bukanlah usia yang singkat. Ini adalah perjalanan panjang yang layak dijadikan ruang refleksi untuk melihat kembali jejak pengabdian sekaligus menyiapkan langkah menghadapi tantangan masa depan.
Sejak berdiri, IPeKB telah menjadi wadah yang menyatukan para Penyuluh KB dari Sabang hingga Merauke. Di balik berbagai capaian program pembangunan keluarga, ada ribuan Penyuluh KB yang bekerja tanpa mengenal lelah.
Mereka menjangkau masyarakat di perkotaan, pedesaan, daerah terpencil, hingga wilayah kepulauan. Tidak sedikit yang harus berjalan kaki, mengendarai sepeda motor melewati medan berat, bahkan menyeberangi sungai demi memastikan setiap keluarga memperoleh informasi, edukasi, dan pendampingan yang dibutuhkan.
Sesungguhnya, tugas Penyuluh KB tidak pernah sebatas mengejar angka peserta KB. Peran kami jauh lebih luas.
Kami mendampingi pasangan muda dalam merencanakan kehidupan berkeluarga, memberikan edukasi kesehatan reproduksi, mendukung ibu hamil memperoleh layanan yang layak, membuka ruang dialog bagi remaja, hingga mendampingi keluarga yang berisiko stunting. Semua itu dilakukan dengan pendekatan yang humanis, karena membangun keluarga tidak cukup hanya dengan program, tetapi juga dengan kehadiran, kepedulian, dan empati.
Selama hampir dua dekade, kami belajar bahwa pendekatan dari hati ke hati tetap menjadi kekuatan utama penyuluhan. Data memang menjadi dasar pengambilan kebijakan, tetapi sentuhan kemanusiaanlah yang mampu mengubah perilaku.
Program boleh berganti nama dan strategi dapat terus disempurnakan, namun semangat membangun keluarga berkualitas sebagai fondasi bangsa tidak pernah berubah. Di sisi lain, tantangan yang dihadapi semakin kompleks.
Perkembangan teknologi informasi membawa kemudahan sekaligus tantangan berupa maraknya hoaks mengenai keluarga berencana dan kesehatan reproduksi. Persoalan stunting, pernikahan usia dini, kemiskinan, hingga perubahan pola kehidupan keluarga memerlukan pendekatan yang semakin adaptif.
Penyuluh KB dituntut tidak hanya memahami substansi program, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi, memperkuat literasi digital, dan membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat. Dalam situasi tersebut, kehadiran IPeKB menjadi semakin penting.
Organisasi ini bukan sekadar tempat berhimpun, melainkan ruang untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat solidaritas profesi, berbagi pengalaman, dan menjaga semangat pengabdian. Penyuluh yang kompeten dan berdaya akan melahirkan pelayanan yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Memasuki usia ke-19, IPeKB tidak boleh berpuas diri. Bonus demografi yang tengah dihadapi Indonesia harus menjadi momentum untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan keluarga.
Kolaborasi dengan pemerintah, dunia pendidikan, organisasi profesi, mitra pembangunan, serta masyarakat perlu terus diperkuat agar cita-cita mewujudkan keluarga berkualitas benar-benar dapat diwujudkan. Saya meyakini bahwa IPeKB memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional.
Organisasi ini tidak hanya menjadi wadah profesi, tetapi juga mitra negara dalam membangun keluarga Indonesia yang sehat, mandiri, dan berdaya saing. Sebab, bangsa yang kuat selalu berawal dari keluarga yang kuat, dan keluarga yang kuat lahir dari perencanaan yang baik.
Dirgahayu ke-19 Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Indonesia. Terima kasih kepada seluruh Penyuluh KB yang selama ini mengabdikan tenaga, pikiran, dan hati di tengah masyarakat.
Semoga IPeKB terus menjadi rumah profesi yang menginspirasi, menguatkan, dan memberi manfaat bagi pembangunan keluarga Indonesia.
Salam Bangga Kencana!
Sudut pandang ditulis oleh Dedi Suhandi, S.E. PKB Ahli Madya Kabupaten Kuningan, Pengurus DPD IPeKB Jawa Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....