Tips Cerdas Sewa Bus Wisata Sekolah agar Liburan Aman dan Nyaman

  • 22 Jun 2026 09:19 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Musim liburan sekolah selalu menjadi momen yang paling dinantikan oleh para siswa di berbagai daerah. Berbagai rencana perjalanan seperti studi tur hingga piknik kelompok mulai disusun dengan penuh antusias.

Namun, di balik keseruan tersebut, memilih armada transportasi yang tepat menjadi aspek krusial yang wajib diperhatikan. Menyewa kendaraan umum seperti bus pariwisata membutuhkan perencanaan matang, terutama pada saat musim padat kunjungan (high season).

Hal pertama yang harus dipastikan adalah aspek legalitas dari Perusahaan Otobus (PO) yang akan digunakan. Pengguna jasa jangan pernah tergiur hanya oleh penawaran harga sewa yang murah tanpa jaminan keamanan.

Masyarakat dapat memeriksa keaslian izin armada secara mandiri melalui sistem Spionam milik Kementerian Perhubungan. Selain itu, pastikan kendaraan telah lulus uji berkala melalui pengecekan aplikasi e-KIR nasional.

Pilihlah armada dengan kapasitas kursi yang sesuai atau sedikit lebih longgar dari jumlah rombongan. Hal ini penting agar perjalanan terasa lega dan seluruh barang bawaan dapat terakomodasi dengan baik.

Langkah kedua adalah memperhatikan manajemen waktu berkendara serta kondisi fisik dari pengemudi bus pariwisata. Kelelahan pengemudi merupakan salah satu faktor risiko kecelakaan terbesar yang sering terjadi saat musim liburan.

Sesuai regulasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, durasi mengemudi maksimal adalah delapan jam dalam sehari. Jika menempuh perjalanan lebih dari waktu tersebut, penyewa wajib meminta penyediaan dua pengemudi.

Pihak panitia juga harus mengalokasikan anggaran untuk tempat istirahat yang layak bagi kru bus. Langkah ini penting agar mereka dapat memulihkan stamina secara optimal sebelum kembali mengemudi.

Langkah ketiga adalah melakukan manajemen rute dan mengenali karakteristik jalur yang akan dilalui armada. Jika melintasi daerah pegunungan, pastikan sistem pengereman termasuk fitur penunjang berfungsi secara optimal.

Pastikan pengemudi sudah mengenali dan menguasai rute perjalanan menuju lokasi objek wisata tujuan. Diskusikan rute alternatif apabila jalur utama mengalami kemacetan parah atau terjadi penutupan jalan.

Langkah keempat berkaitan dengan masalah administrasi keuangan atau penganggaran kelompok secara mendetail. Pastikan kesepakatan di awal sudah mencakup rincian biaya tambahan secara jelas dan tertulis.

Perjelas ketentuan mengenai biaya tol, parkir, retribusi, hingga uang makan untuk para kru bus. Buat kesepakatan tertulis mengenai kompensasi jika terjadi kendala teknis atau mogok di jalan.

Pastikan pula premi Asuransi PT Jasa Raharja untuk seluruh penumpang sudah termasuk komponen biaya sewa. Langkah kelima adalah membatasi kapasitas bagasi agar tidak terjadi kelebihan muatan (overload).

Aturlah posisi duduk peserta sejak awal untuk mempermudah proses pengawasan selama perjalanan berlangsung. Sebelum berangkat, sempatkan memeriksa fasilitas keselamatan kabin seperti palu pemecah kaca dan APAR.

Terakhir, iringi perjalanan dengan doa agar seluruh rangkaian liburan dapat berjalan dengan lancar. Semoga rombongan pergi dan pulang dalam kondisi selamat sampai ke tujuan masing-masing.

Sudut pandang ditulis oleh Djoko Setijowarno , Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....