Dalam Cahaya, Ada Terang Bernama Kartini
- 22 Apr 2026 19:08 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Sejarah yang diwariskan lintas generasi kerap menyebut bangsa ini pernah berada dalam bayang-bayang penjajahan selama berabad-abad. Narasi itu, dalam banyak hal, membentuk kesadaran kolektif yang tidak selalu produktif sebagian anak bangsa justru terjebak dalam sikap meratapi nasib.
Padahal, belenggu sesungguhnya tidak hanya hadir dalam bentuk penindasan fisik, melainkan juga dalam pembatasan cara berpikir. Dalam situasi itulah, perjuangan tidak cukup dimaknai sebagai perlawanan bersenjata, tetapi juga sebagai upaya pembebasan akal sebuah emansipasi pikiran.
Dari ruang sejarah itu, lahir sosok Raden Ajeng Kartini, yang melampaui zamannya. Ia tidak sekadar menggugat ketidakadilan terhadap perempuan, tetapi juga mendobrak batas-batas kultural yang membungkam potensi. Kartini meyakini bahwa perempuan adalah tiang peradaban; jika tiang itu rapuh, maka bangunan bangsa pun terancam runtuh.
Gagasan tersebut hingga kini tetap relevan, bahkan semakin menemukan konteksnya di tengah kompleksitas dunia modern. Inspirasi Kartini terletak pada keberaniannya mendefinisikan ulang identitas perempuan.
Di era digital, semangat itu menjelma menjadi dorongan untuk membangun literasi, kemandirian berpikir, dan keberanian menyuarakan gagasan. Perempuan tidak lagi cukup menjadi konsumen informasi, melainkan dituntut menjadi produsen pengetahuan dan penafsir realitas.
Kehormatan perempuan tidak diukur dari tingkat kepatuhan terhadap norma sosial yang kaku, tetapi dari sejauh mana ia mampu memberi manfaat melalui kecerdasan, empati, dan kontribusi nyata. Dalam konteks kekinian, perempuan dihadapkan pada tantangan yang tidak sederhana.
Tuntutan untuk berperan di ruang domestik sekaligus publik membutuhkan kapasitas adaptasi yang tinggi. Namun, peran ganda ini bukanlah beban semata, melainkan potensi yang jika dikelola dengan baik dapat menjadi kekuatan strategis dalam membangun peradaban.
Dalam perspektif nilai keagamaan, termasuk dalam ajaran Islam, perempuan dimuliakan sebagai individu yang memiliki tanggung jawab sekaligus peluang untuk berkontribusi dalam berbagai lini kehidupan—baik sebagai ibu, istri, maupun bagian dari masyarakat luas.
Kemampuan perempuan dalam menjalankan berbagai peran sering kali dikaitkan dengan kecakapan multitasking. Namun, lebih dari sekadar aspek biologis atau psikologis, kemampuan ini sejatinya harus diarahkan pada tujuan yang lebih besar, membangun generasi, memperkuat nilai, dan menghadirkan keseimbangan dalam kehidupan sosial. Peran seorang ibu, misalnya, bukan hanya mendidik anak dalam lingkup keluarga, tetapi juga menanamkan fondasi moral yang akan menentukan arah masa depan bangsa.
Teladan perempuan dalam sejarah Islam turut memperkaya perspektif ini. Sosok Aisyah binti Abu Bakar dikenal sebagai figur yang cerdas, kritis, dan memiliki kontribusi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Ia tidak hanya menjadi rujukan dalam persoalan keagamaan, tetapi juga aktif dalam diskursus sosial pada masanya. Keteladanan tersebut menunjukkan bahwa perempuan memiliki ruang yang luas untuk berkiprah, tanpa kehilangan identitas dan nilai yang diyakininya.
Peringatan Hari Kartini seharusnya tidak berhenti pada seremoni tahunan. Ia perlu dimaknai sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen. Perempuan Indonesia hari ini dihadapkan pada peluang yang jauh lebih besar dibandingkan masa lalu, tetapi juga tantangan yang semakin kompleks.
Karena itu, semangat Kartini perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata melalui pendidikan, keberanian berpikir kritis, serta kontribusi yang berdampak. Dari berbagai daerah, termasuk Kuningan, harapan itu tumbuh.
Perempuan-perempuan Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari perubahan, tetapi juga penggeraknya. Dengan bekal kecerdasan, nilai, dan kepedulian sosial, mereka dapat menghadirkan kontribusi terbaik—bukan hanya untuk lingkup lokal, tetapi juga untuk Indonesia secara keseluruhan.
Penulis: Hj. Kokom Komariah
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kuningan, dari Fraksi PKS
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....