Isu Demurrage Beras Impor, Bulog di Persimpangan
- 16 Jan 2025 18:56 WIB
- Cirebon
Ditulis Oleh: Entang Sastraatmadja
(Ketua Dewan Pakar DPD HKTI, Jawa Barat)
KBRN, Cirebon: Memasuki tahun 2025, kita diajak untuk merenungi perjalanan bangsa dan membangun harapan yang lebih baik. Salah satu refleksi penting adalah posisi Perum Bulog dalam pembangunan nasional. Sebagai BUMN yang memiliki tugas strategis, Bulog tidak hanya dituntut untuk profesional secara bisnis, tetapi juga harus menjadi mitra utama masyarakat, khususnya petani, dalam mewujudkan ketahanan pangan.
Bulog telah melalui perjalanan panjang sejak berdiri pada 21 Januari 2003 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 2003. Transformasinya dari lembaga pemerintah menjadi BUMN menunjukkan upaya adaptasi yang signifikan. Namun, perjalanan ini tidak selalu mulus. Masalah yang terus muncul, seperti dugaan korupsi dan isu operasional seperti demurrage beras impor, menjadi tantangan besar yang harus diatasi.
Sebagai contoh, tertahannya 490 ribu ton beras impor pada 2024 di pelabuhan akibat perubahan kebijakan penggunaan kontainer sempat menimbulkan potensi kerugian hingga Rp350 miliar. Isu ini mencerminkan perlunya perencanaan yang lebih matang dan koordinasi yang lebih baik antara Bulog dan pemangku kepentingan terkait.
Revitalisasi Bulog menjadi sangat penting untuk memastikan lembaga ini mampu menjawab tantangan zaman. Bulog perlu memastikan transparansi, efisiensi, dan profesionalisme dalam setiap lini kegiatannya. Selain itu, Bulog harus berani bercita-cita lebih besar, tidak hanya sebagai operator pangan, tetapi juga sebagai pemain utama dalam bisnis pangan nasional maupun global.
Kemandirian Bulog dalam menjalankan tugasnya menjadi isu sentral. Apakah Bulog mampu mengambil langkah strategis tanpa terlalu banyak intervensi, atau justru terjebak dalam kebijakan yang membatasi inovasinya? Kemandirian ini harus diwujudkan dengan langkah konkret, seperti memperkuat tata kelola, memberdayakan sumber daya manusia yang unggul, serta mengembangkan inovasi bisnis yang berkelanjutan.
Masa depan Bulog bergantung pada kemampuannya untuk berubah. Dengan semangat, profesionalisme, dan visi besar, Bulog dapat menjadi pelopor ketahanan pangan dan raksasa bisnis yang disegani, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....