Arthur Wharton Rasisme Di Negara Sepakbola Inggris

  • 10 Mei 2024 23:00 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Ulah oknum supporter Timnas Indonesia menuai kecaman dari berbagai pihak setelah menulis komentar rasis pada akun Instagram Federasi Sepak bola Guinea pada Kamis, (9/5/2024). Komentar oknum supporter Timnas Indonesia sendiri dengan memberikan gambar monyet yang merupakan komentar bernada rasis. Melalui akun media sosial resminya, PSSI dan Timnas memberikan permohonan maaf kepada Federasi Sepakbola Guinea dan kecaman atas komentar oknum supporter bernada rasis tersebut.

Aksi rasisme di dunia sepak bola sebenarnya sudah sejak lama terjadi, di mana pemain sepak bola mendapat cemoohan atau bahkan perlakuan diskriminasi. Pada abad ke 19 pesepakbola professional kelahiran Gold Coast atau yang kita kenal sekarang Ghana, bernama Arthur Wharton. Ia datang ke Inggris untuk belajar menjadi misionaris. Ia memiliki bakat di berbagai bidang olahraga. Mulai dari pelari, pembalap sepeda, pemain kriket hingga sepak bola. Pada tahun 1889, Arthur Wharton menandatangani kontrak professional pertamanya bersama Rotherham Town. Kontrak tersebut menjadikan Arthur Wharton pesepakbola professional kulit hitam pertama.

Di kutip dari biografi Phil Vasili berjudul The First Black Footballer : Arthur Wharton 1865-1930, An Absence of Memory melalui Historia.id digambarkan di publik dengan pesepakbola yang berbeda “Dia digambarkan di publik sebagai pemain yang berbeda l-seorang negro; si kulit gelap ; berwajah kenari”

Arthur Wharton juga pernah mendapatkan kekerasan fisik, dalam biografi Vasili Wharton mendapakan pukulan dengan paying oleh fans tim lawan “Tercatat dalam satu pertandingan, dia dipukul (fans tim lawan) dengan paying ketika dia meninggalkan lapangan.”

Penghujung hidupnya Arthur Wharton mengalami nasib yang tidak beruntung, dia bekerja sebagai buruh di sebuah tambang batu bara dan ketergantungan pada alkohol. Wharton wafat dengan kondisi terlunta lunta sebagai pengemis.

FIFA memberikan penghormatan pada Arthur Wharton dengan membuatkan patung kecil yang dipajang di kantor FIFA sebagai bentuk perlawanan atas masalah rasisme di dunia sepakbola. “Say No to Racism”.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....