Asep Saepuloh Minta PSSI Evaluasi Kedalaman Skuad Timnas Indonesia
- 06 Okt 2026 17:45 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pengamat Sepakbola Asep Saepuloh menilai Timnas Indonesia tetap membutuhkan evaluasi meski berhasil meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Menurutnya, keberhasilan tersebut belum menutup sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi PSSI dan pelatih John Herdman.
Asep menyebut sejumlah aspek yang perlu dievaluasi, mulai dari chemistry antarpemain, implementasi taktik hingga keterbatasan waktu berkumpul para pemain. Ia menilai kondisi tersebut membuat penerapan strategi John Herdman belum sepenuhnya diterjemahkan secara maksimal di lapangan.
Selain itu, Asep menyoroti persoalan kedalaman skuad Timnas Indonesia yang dinilai masih perlu diperkuat. Menurutnya, Indonesia tidak boleh terlalu bergantung pada satu atau dua pemain, terutama ketika menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi di Piala Asia.
| Baca juga: Taktik Baru Timnas Indonesia di Era Herdman |
"Untuk sekelas Piala Asia ini jangan sampai terjadi lagi, apabila pemain-pemain seperti Ole Romeny, Mitch Bakker, kemudian dimatikan, tentunya ini menjadi sebuah penurunan bagi kualitas Timnas di tengah lapangan itu sendiri," ujar Asep pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Baca juga: Asep Saepuloh Nilai Mentalitas Timnas Indonesia Sudah Berlevel Asia
Asep menilai peran Ole Romeny sepanjang ASEAN Cup 2026 sangat penting dalam menopang lini serang Indonesia. Kondisi tersebut terlihat pada pertandingan final ketika Ole Romeny tidak berada dalam kondisi 100 persen sehingga serangan Indonesia dinilai lebih buntu.
Ia berharap sejumlah pemain dapat kembali memperkuat Timnas Indonesia pada Piala Asia, termasuk Miliano Jonathans, serta Thom Haye yang dinilai memiliki kemampuan mengatur dan mengkreasikan serangan. Kehadiran pemain dengan karakter tersebut dinilai dapat memperkuat kolektivitas tim sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pemain tertentu.
"Jadi saya kira butuh evaluasi, butuh pemain-pemain kedalaman skuad yang saya kira mampu menjadikan Timnas kita tidak hanya bergantung terhadap satu dua orang pemain, tetapi kolektivitas tim itulah yang mesti dibutuhkan," katanya.
Baca juga: Juara ASEAN Cup 2026, Pengamat Sebut Timnas Indonesia Sudah On The Track
Selain kedalaman skuad, Asep menilai transisi dari menyerang ke bertahan menjadi salah satu kelemahan yang harus segera diperbaiki. Ia mencontohkan Indonesia kebobolan dua gol saat menghadapi Bangladesh dan kembali kemasukan dua gol ketika melawan Thailand melalui situasi serangan balik, sehingga aspek transisi menjadi pekerjaan penting sebelum menghadapi persaingan di Piala Asia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....