Kritik Infantino, Direktur Operasional FIFA Dipecat

  • 18 Agt 2026 08:51 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Direktur Operasional FIFA, Kevin Lamour, resmi dipecat setelah mengkritik keras rencana Presiden Gianni Infantino terkait penjualan sebagian hak Piala Dunia kepada investor swasta. Keputusan dramatis di jajaran puncak badan sepak bola dunia ini terjadi kurang dari dua tahun setelah Lamour bergabung dari UEFA.

Dilansir dari The Guardian, Selasa 18 Agustus 2026, sebelum pemecatannya, Lamour menentang keras skema FFE bentukan Infantino dan menyebut jajaran administrasi FIFA telah dibohongi oleh kepemimpinan presiden. Ia menegaskan bahwa Infantino merasa dirinya adalah penjelmaan FIFA, padahal sejatinya seorang presiden bertugas untuk mengabdi pada organisasi.

Lamour bahkan menyatakan siap menerima konsekuensi kehilangan jabatannya demi menyuarakan penolakan terhadap rencana kontroversial yang akhirnya dibatalkan tersebut. Ia mengaku bisa tidur nyenyak karena telah berani menyuarakan kebenaran demi menjaga integritas serta martabat organisasi.

Meskipun rincian proses pemecatan tidak dijelaskan secara rinci, Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafström telah mengonfirmasi kepergian Lamour melalui surat elektronik kepada seluruh staf. Langkah ini menandai dinamika konflik internal yang semakin memanas di markas besar sepak bola dunia.

Juru bicara FIFA menyampaikan ucapan terima kasih atas pengabdian Lamour selama dua tahun terakhir serta mendoakan kesuksesannya di masa depan. Pihak FIFA juga menyatakan tidak akan memberikan komentar tambahan mengenai pemecatan pejabat tingginya tersebut.

Dalam kritik tajam yang mempercepat pemecatannya, Lamour menyebut para pegawai FIFA pantas mendapatkan perlakuan yang lebih baik daripada intimidasi dan penghinaan. Pada hari yang sama, penasihat senior Infantino, Carlos Cordeiro, juga memilih mengundurkan diri sebagai bentuk protes atas kebijakan sang presiden.

Lamour sendiri merupakan mantan Deputi Sekretaris Jenderal UEFA yang telah bergabung dengan badan sepak bola Eropa tersebut sejak tahun 2007. Pemecatannya menjadi sorotan luas mengingat Lamour memiliki hubungan kerja historis yang sangat panjang bersama Infantino sejak mereka berdua masih bertugas di UEFA.

Gelombang penolakan dari jajaran internal ini kian memperberat posisi Gianni Infantino yang terus mendapat tekanan untuk mundur dari jabatannya. Situasi perselisihan internal antara pimpinan dan pejabat senior di tubuh FIFA ini serupa dengan gejolak politik saat pengunduran diri mendadak Joseph Blatter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....