FIFA: Ada Upaya Sistematis Jatuhkan Infantino
- 09 Agt 2026 06:27 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Federasi sepakbola dunia, FIFA, secara resmi menerbitkan pernyataan keras yang menyebut adanya upaya sistematis untuk menjatuhkan organisasi dan presiden mereka, Gianni Infantino. Pernyataan tegas ini dirilis sebagai bentuk perlawanan atas meningkatnya tekanan politik terhadap posisi kepemimpinan sang presiden.
Dilansir dari The Guardian, Minggu 9 Agustus 2026, langkah balasan ini dipicu oleh konfirmasi UEFA mengenai adanya kompensasi dana pemutusan hubungan kerja bagi seorang mantan karyawati. Karyawati tersebut dituduh pernah menjalin hubungan asmara dengan Infantino saat ia masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA.
Surat kabar The Daily Telegraph melaporkan bahwa wanita tersebut menerima pembayaran bernilai fantastis hingga enam digit angka. Pihak UEFA membenarkan adanya pembayaran uang serta pembiayaan kuliah MBA yang diklaim telah sesuai dengan regulasi organisasi saat itu.
Menanggapi laporan tersebut, pihak FIFA membantah keras tuduhan tersebut dan menilainya sebagai bentuk fitnah pencemaran nama baik. Mereka mengecam kampanye disinformasi yang dilancarkan oleh pihak-pihak tertentu yang dinilai gagal bersaing melalui jalur demokratis.
"Presiden FIFA dipilih secara demokratis oleh asosiasi anggota dan kami tidak akan terdistraksi oleh tuduhan tidak berdasar," tegas juru bicara resmi FIFA.
FIFA menegaskan bahwa Infantino telah membaktikan lebih dari 30 tahun kariernya untuk memajukan sepak bola Eropa dan dunia. Pihak organisasi menyatakan siap melawan secara hukum setiap pemberitaan yang dianggap menyesatkan atau bertujuan merusak reputasi mereka.
Krisis kepemimpinan ini kian memuncak setelah rencana Infantino untuk menggaet investasi swasta dalam pengelolaan Piala Dunia mengalami kegagalan total. Merekam hal tersebut, UEFA tetap mempertahankan ancaman boikot dari 55 negara anggotanya terhadap seluruh kompetisi resmi FIFA.
Tekanan politik yang dihadapi Gianni Infantino ini serupa dengan krisis kepemimpinan yang pernah dialami mantan Presiden UEFA, Michel Platini. Sosok legendaris tersebut juga harus lengser dari panggung sepak bola internasional setelah terjerat tuduhan pembayaran dana mencurigakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....