Varane Terapkan Aturan Pembatasan Sundulan untuk Akademi Como 1907
- 27 Jul 2026 16:25 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Como 1907 menerapkan kebijakan baru terkait pembatasan dan larangan menyundul bola bagi pemain akademi usia dini sebagai upaya melindungi kesehatan otak para pemain. Kebijakan tersebut dirancang secara bertahap berdasarkan kelompok usia agar proses pengembangan pemain tetap berjalan dengan mengutamakan aspek keselamatan jangka panjang.
Melansir dari akun X resmi @Como_1907 pada Sabtu, 25 Juli 2026, aturan tersebut menetapkan bahwa pemain kelompok U-10 dilarang sepenuhnya melakukan sundulan dalam pertandingan maupun latihan. Situasi bola mati seperti tendangan sudut dan lemparan ke dalam juga diwajibkan dimainkan melalui bawah tanpa kontak menggunakan kepala.
Sementara itu, pemain kelompok U-11 masih belum diperbolehkan melakukan sundulan, namun mulai diperkenalkan secara sangat terbatas menggunakan bola berbahan karet. Memasuki kelompok U-12, latihan sundulan hanya diizinkan satu sesi dalam sebulan dengan batas maksimal lima kali sundulan pada setiap sesi.
Untuk kelompok U-13, Como 1907 memberikan sedikit kelonggaran dengan memperbolehkan latihan sundulan satu kali setiap pekan. Meski demikian, jumlah sundulan tetap dibatasi maksimal lima kali dalam setiap sesi latihan sebagai langkah pencegahan terhadap risiko cedera kepala.
Raphael Varane yang kini menjadi anggota Dewan Pendidikan Como 1907 menegaskan bahwa kebijakan tersebut lahir dari kepeduliannya terhadap kesehatan pemain muda. "Ini adalah topik yang sangat dekat dengan hati saya: melindungi kesehatan para pemain muda. Saya sering menyundul bola selama bertahun-tahun, jadi saya memahami risikonya," ujar Varane.
Mantan bek tim nasional Prancis itu juga secara terbuka mengungkapkan bahwa gegar otak pernah memberikan dampak besar terhadap perjalanan kariernya, terutama saat tampil di Piala Dunia 2014. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk ikut merancang langsung aturan mengenai sundulan bagi akademi Como 1907 sebagai bentuk perlindungan bagi generasi pesepak bola berikutnya.
Kebijakan ini menjadi salah satu langkah preventif yang mulai mendapat perhatian dalam pembinaan sepak bola usia dini. Dengan membatasi kontak kepala secara bertahap sesuai usia, Como 1907 berharap dapat menjaga kesehatan otak pemain muda tanpa menghambat proses perkembangan teknik mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....