Enzo Maresca Resmi Jadi Penerus Tahta Guardiola di Manchester City
- 30 Jun 2026 13:22 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Enzo Maresca akhirnya resmi kembali ke Manchester City untuk menggantikan posisi Pep Guardiola sebagai pelatih kepala melalui kesepakatan kontrak berdurasi tiga tahun. Penunjukan pria asal Italia ini menggarisbawahi kebangkitan karier manajerialnya yang terbilang sangat pesat sejak mengambil peran pelatih kepala pertamanya pada tahun 2021 silam.
Mantan asisten pelatih City ini menyadari betul bahwa meneruskan warisan dua puluh trofi Guardiola adalah tantangan yang sangat berat. Meskipun demikian, ia berkomitmen untuk mempertahankan gaya permainan penguasaan bola khas klub sembari terus beradaptasi dengan rutinitas harian demi meraih kejayaan.
Dilansir dari BBC Sport, gaya kepelatihan Maresca sangat dipengaruhi oleh perpaduan filosofi sepak bola Spanyol dan Italia yang ia dapatkan sepanjang perjalanan kariernya. Pengalaman menghadapi ketangguhan Barcelona di masa lalu serta bimbingan dari Manuel Pellegrini telah membentuk fondasi taktis permainannya hingga saat ini.
Jajaran petinggi klub, meyakini bahwa filosofi bawaan sang pelatih baru akan membawa dampak positif yang besar bagi tim. Penunjukannya ini juga merupakan hasil rekomendasi langsung dari mantan direktur olahraga Txiki Begiristain yang sangat memahami kedekatan visi Maresca dengan Guardiola.
Jejak taktis Maresca sebenarnya sudah terlihat jelas saat ia membantu staf pelatih mengubah peran John Stones menjadi gelandang tengah pada musim peraih trigelar. Mantan rekan kerjanya di akademi City juga memujinya sebagai sosok inovatif yang berani memberikan kebebasan lebih dalam mengatur formasi tim di lapangan.
Menjelang dimulainya tur pramusim pada bulan Juli mendatang, pelatih berusia 46 tahun ini langsung dihadapkan pada sejumlah agenda penting terkait perombakan skuad. Beberapa prioritas utamanya meliputi penyelesaian transfer Elliot Anderson, pencarian bek kanan baru, penentuan penjaga gawang utama, hingga upaya memperpanjang kontrak pilar lini tengah mereka, Rodri.
Di atas lapangan, Maresca dikenal sebagai ahli taktik yang gemar menerapkan formasi dasar 4-2-3-1 dengan fokus utama pada dominasi penguasaan bola. Pendekatannya ini sering disamakan dengan sistem permainan pendahulunya karena sama-sama menuntut fisik tinggi untuk menekan lawan sejak dari area pertahanan mereka sendiri.
Ketertarikannya pada penyusunan strategi tidak hanya terbatas di lapangan hijau, melainkan meluas hingga ke permainan catur yang sering ia pelajari secara mendalam. Ia bahkan pernah menulis tesis ekstensif yang membandingkan pergerakan taktis dalam pertandingan sepak bola dengan strategi yang digunakan oleh para pecatur tingkat dunia.
Demi memperkaya ilmu kepelatihannya, pelatih peraih trofi Eropa bersama Chelsea ini kerap berdiskusi dengan para pelatih olahraga lain seperti bola voli dan bola basket. Waktu luang bersama keluarganya juga sering ia isi dengan mendalami perkembangan teknologi kecerdasan buatan serta membaca berbagai literatur tentang filsafat.
Kepindahannya ke kubu biru Manchester ini terjadi setelah ia mengalami keretakan hubungan dengan manajemen Chelsea yang berujung pada pembayaran kompensasi sebesar 17 juta poundsterling. Situasi tersebut dipastikan akan membuat pertemuannya kembali dengan klub asal London itu pada musim depan menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan oleh para penggemar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....