BOBOKO Kuningan Perkuat Budaya Sunda di Kalangan Bobotoh

  • 09 Jun 2026 07:18 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Kecintaan terhadap Persib Bandung melahirkan wajah baru komunitas suporter di Kabupaten Kuningan. Sejumlah Bobotoh senior membentuk Bobotoh Kolot (BOBOKO) Distrik Kuningan dengan membawa misi yang tidak hanya sebatas mendukung klub kebanggaan Jawa Barat tersebut, tetapi juga merawat budaya Sunda dan membangun karakter suporter yang lebih dewasa.

Keberadaan BOBOKO menjadi warna baru dalam kultur pendukung Maung Bandung di Kabupaten Kuningan. Organisasi ini mengusung semangat kebersamaan dan nilai-nilai budaya Sunda melalui prinsip silih asah, silih asih, dan silih asuh.

Ketua BOBOKO Kuningan, Deni Hamdani, mengatakan organisasi tersebut memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun budaya suporter yang lebih positif di tengah masyarakat. "Salah satunya mengedukasi masyarakat Kabupaten Kuningan ataupun kelompok komunitas suporter lainnya yang ada di Kabupaten Kuningan agar Bobotoh maupun yang lainnya bisa lebih dewasa lagi," ujar Deni, Senin, 8 Juni 2026.

Menurutnya, kehadiran Bobotoh senior diharapkan mampu menjadi penengah sekaligus memberikan teladan bagi generasi suporter yang lebih muda. "Mudah-mudahan dengan adanya BOBOKO, kita sebagai seniornya bisa mendidik adik-adiknya supaya bisa menjaga perilaku dan etika sehingga menjadi lebih baik lagi," katanya.

Deni menegaskan, BOBOKO terbuka bagi berbagai kalangan dengan syarat utama berusia 35 tahun ke atas. "Kami terbuka untuk berbagai kalangan. Yang terpenting syarat utamanya usia 35 tahun ke atas," ujarnya.

Pembentukan BOBOKO Kuningan mendapat sambutan dari berbagai komunitas Bobotoh di Jawa Barat. Sejumlah perwakilan dari Bandung, Sumedang, Cirebon, hingga daerah lainnya turut hadir dalam momentum pengukuhan pengurus yang berlangsung di Saung Gunung Resto & Cafe, Jalan Kuningan-Cirebon.

Ketua BOBOKO Pusat, Yukie Sunardjawinata, menilai keberadaan BOBOKO lahir dengan tujuan yang lebih luas daripada sekadar mendukung pertandingan sepak bola. "Kami ingin generasi muda tahu bahwa budaya Sunda adalah warisan leluhur yang harus dijaga. Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh," ujar Yukie.

Menurut dia, pengaruh budaya luar yang semakin kuat membuat identitas lokal mulai terpinggirkan. Karena itu, BOBOKO ingin menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Sunda sebagai bagian dari karakter Bobotoh.

Selain bergerak di lingkungan suporter, BOBOKO juga menyiapkan berbagai kegiatan sosial yang melibatkan anggotanya. "Tagline BOBOKO yakni silih asah, silih asih, dan silih asuh yang mengedepankan nilai persaudaraan," kata Deni.

Ia menilai dukungan terhadap klub sepak bola harus berjalan seiring dengan sikap yang bijak dan bertanggung jawab. "Pendukung harus makin dewasa dan bijak mendukung klub bola. Ini soal hati dan perasaan. Jadi kita harus berada di atas perasaan. Pendukung usia 35 tahun ke atas sangat penting menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan," ujarnya.

Menurut Deni, aktivitas BOBOKO tidak akan berhenti pada kegiatan mendukung Persib semata, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. "Untuk BOBOKO bukan sekadar klub bola, melainkan kebersamaan sosial lingkungan," katanya.

Dalam waktu dekat, BOBOKO Kuningan berencana menggelar berbagai kegiatan kebersamaan. Agenda tersebut dimulai dari nonton bareng Piala Dunia 2026 hingga aksi sosial dan kegiatan lingkungan.

Dukungan terhadap lahirnya BOBOKO Kuningan turut datang dari aktor, penyanyi, dan komedian senior Joe P Project. Melalui video ucapan, ia berharap komunitas Bobotoh senior tersebut dapat menjadi panutan bagi generasi suporter yang lebih muda.

"Semoga BOBOKO bisa menjadi contoh dan teladan untuk para Bobotoh yang muda," ujarnya. Ia pun mengajak seluruh anggota BOBOKO Kuningan untuk terus menjaga semangat persaudaraan sembari mendukung Persib Bandung.

"Selamat untuk deklarasinya Bobotoh Kolot Distrik Kuningan. Juarakeun Persib dan terus dukung Persib," ucapnya menegaskan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....