PSG Pertahankan Gelar Liga Champions, Samai Rekor Madrid

  • 31 Mei 2026 12:24 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Paris St-Germain menegaskan posisi mereka sebagai salah satu tim terbaik dalam sejarah sepak bola Eropa setelah berhasil menjadi klub kedua yang mempertahankan gelar Liga Champions. Keberhasilan mempertahankan takhta tersebut dipastikan melalui kemenangan adu penalti dengan skor 4-3 melawan Arsenal setelah bermain imbang 1-1 pada laga final di Budapest.

Pencapaian luar biasa ini sekaligus melengkapi kemenangan telak lima gol tanpa balas atas Inter Milan di Munich pada laga final dua belas bulan sebelumnya. Melalui hasil tersebut, raksasa Prancis ini menjadi tim pertama yang sukses mempertahankan gelar sejak Real Madrid meraih tiga juara beruntun pada periode 2016 hingga 2018.

Dilansir dari BBC Sport, dalam catatan panjang kompetisi yang telah bergulir selama 71 tahun, klub asal kota Paris ini tercatat sebagai tim kesepuluh yang mampu meraih gelar juara secara berturut-turut. Pelatih Luis Enrique mengungkapkan rasa bahagianya yang bercampur dengan kelelahan setelah berhasil membawa timnya tetap menjadi raja di kompetisi tertinggi Eropa tersebut.

Keberhasilan ini terbilang unik karena sepuluh pemain non-penjaga gawang yang turun sebagai starter melawan Arsenal merupakan pilar yang sama saat mengalahkan Inter Milan. Satu-satunya wajah baru dalam susunan pemain tersebut adalah penjaga gawang Matvey Safonov yang masuk menggantikan Gianluigi Donnarumma setelah pindah ke Manchester City.

Dominasi total anak asuh Luis Enrique tidak hanya terjadi di Eropa melainkan juga di hampir seluruh kompetisi domestik dalam dua tahun terakhir. Sejak awal musim lalu mereka sukses mengamankan delapan dari sepuluh trofi yang tersedia dan hanya kehilangan Piala Dunia Antarklub serta Piala Prancis.

Jika konsistensi ini tetap terjaga pada musim depan, mereka berpeluang menyamai rekor sebagai tim kelima yang meraih tiga gelar Liga Champions secara beruntun. Kendati demikian, jalan mereka masih sangat panjang untuk bisa mematahkan rekor abadi Real Madrid yang mengoleksi lima gelar beruntun pada era 1950-an.

Jurnalis sepak bola Julien Laurens menilai kemenangan kedua ini terasa lebih spesial karena tim harus berjuang ekstra keras dan bangkit dari tekanan untuk menjadi juara. Selain meraih trofi kuping besar, juara Liga Prancis ini juga menjadi tim paling produktif dengan 45 gol dan mencatat rata-rata penguasaan bola tertinggi sebesar 60,5 persen.

Pencapaian luar biasa ini sekaligus membawa Paris St-Germain melewati pencapaian rival domestik mereka, Marseille, yang sejauh ini baru mengoleksi satu gelar juara Eropa. Keberhasilan ini juga mengantar Luis Enrique masuk ke dalam jajaran pelatih elite dunia yang telah mengoleksi tiga gelar juara Liga Champions.

Menariknya, pelatih asal Spanyol tersebut awalnya sempat menolak tawaran melatih karena tidak tertarik dengan skuad yang hanya dipenuhi oleh pemain bintang. Ia akhirnya bersedia mengambil pekerjaan tersebut setelah pihak manajemen menjanjikan perubahan kultur klub ke arah permainan sepak bola yang ofensif dan atraktif.

Kultur baru tersebut terbukti berjalan baik meskipun mereka harus kehilangan penyerang andalan sekaligus pencetak gol terbanyak klub, Kylian Mbappe, yang pindah ke Real Madrid. Tanpa kehadiran penyerang tim nasional Prancis tersebut, kolektivitas tim justru meningkat tajam dengan mencatatkan 44 gol lebih banyak dibandingkan musim sebelumnya.

Kombinasi taktik yang solid dan kontrol emosi yang baik di lapangan membuat mereka menjadi tim dengan catatan kartu kuning paling sedikit di kompetisi top Eropa. Hubungan emosional yang sangat erat dengan para suporter ditutup dengan aksi perayaan dansa bersama antara Luis Enrique dan presiden klub Nasser Al-Khelaifi di depan tribun penonton.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....