UEFA Beri Sanksi Larangan Bertanding kepada Gianluca Prestianni
- 26 Apr 2026 09:11 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pemain sayap Benfica, Gianluca Prestianni, dijatuhi sanksi larangan bertanding enam laga oleh UEFA atas perilaku homofobik dalam laga melawan Real Madrid. Pertandingan di Estadio da Luz tersebut sempat terhenti selama 10 menit setelah Vinicius Jr menuduh Prestianni melakukan pelecehan rasis.
Prestianni membantah tuduhan rasisme tersebut dan berdalih bahwa Vinicius telah salah mendengar ucapannya saat konfrontasi terjadi. Namun, Aurelien Tchouameni mengungkapkan bahwa Prestianni mengaku kepadanya telah mengarahkan komentar homofobik kepada penyerang asal Brasil tersebut.
Dilansir dari BBC News, pemain asal Argentina ini akan menjalani dua laga sanksi tambahan setelah sebelumnya telah menyelesaikan satu masa hukuman sementara. Adapun tiga sisa laga lainnya merupakan sanksi percobaan yang ditangguhkan oleh otoritas sepak bola Eropa selama dua tahun ke depan.
UEFA kini telah mengajukan permintaan resmi kepada FIFA agar sanksi larangan bertanding ini diperluas untuk berlaku di seluruh dunia. Langkah ini diambil guna memastikan hukuman tersebut tetap berjalan efektif meskipun pemain berpindah kompetisi atau membela tim nasional.
Dalam laga tersebut, wasit Francois Letexier sempat memberikan isyarat tangan menyilang untuk menandakan adanya tindakan rasisme di lapangan. Vinicius kemudian memilih berjalan keluar lapangan yang segera diikuti oleh rekan-rekan setimnya sebagai bentuk aksi protes keras.
Benfica sempat memberikan pembelaan kepada pemainnya dengan mengklaim adanya kampanye pencemaran nama baik yang menyerang pihak mereka. Akan tetapi, pelatih Jose Mourinho menegaskan bahwa karier Prestianni di bawah asuhannya akan berakhir jika tuduhan pelecehan itu terbukti.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, kemudian mengusulkan agar pemain yang menutup mulut saat berbicara dengan lawan di lapangan diberikan kartu merah. Badan pembuat aturan sepak bola, IFAB, juga mulai meninjau langkah-langkah teknis untuk mencegah pemain menyembunyikan perkataan mereka.
Sanksi ini memicu perdebatan karena hukuman untuk pelecehan homofobik dianggap jauh lebih ringan dibandingkan dengan hukuman untuk tindakan rasisme. Jika terbukti melakukan rasisme, Prestianni seharusnya menghadapi hukuman minimal 10 pertandingan sesuai dengan regulasi disiplin yang berlaku.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....