Coventry Kembali ke Premier League setelah 25 Tahun

  • 20 Apr 2026 20:48 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Setelah 25 tahun menanti, Coventry akhirnya resmi kembali ke kasta tertinggi Premier League. Sudah 9.113 hari berlalu sejak mereka terdegradasi pada Mei 2001, yang sempat membuat klub berjuluk Sky Bluesini terpuruk hingga ke divisi bawah.

Dilansir dari BBC News, perjalanan mereka sangat berliku karena sempat menghabiskan 11 tahun di Championship sebelum terperosok ke League One. Kebangkitan ini terasa seperti mimpi setelah melewati berbagai drama krisis finansial, protes kepemilikan, hingga harus menumpang stadion di kota lain.

Era baru dimulai saat Doug King mengambil alih kepemilikan pada tahun 2023 setelah masa sulit di bawah kepemilikan sebelumnya. Di bawah asuhan Frank Lampard, tim ini akhirnya memastikan promosi melalui hasil imbang 1-1 melawan Blackburn pada Jumat, 17 April 2026.

Keberhasilan ini cukup mengejutkan pihak internal klub yang awalnya hanya memiliki optimisme yang hati-hati di awal musim. Fondasi kesuksesan diletakkan selama pramusim, di mana pengaruh Lampard yang menenangkan terbukti krusial menggantikan sosok Mark Robins.

Kiper Carl Rushworth yang dipinjam dari Brighton memberikan dampak besar bagi pertahanan tim sepanjang musim. Lampard juga berhasil meningkatkan performa pemain lama seperti Brandon Thomas-Asante yang sukses melipatgandakan perolehan golnya.

Pemilik klub, Doug King, turut membangun suasana inklusif dengan rutin hadir dan berbaur dengan staf di pusat latihan. Fasilitas pusat latihan pun ditingkatkan, termasuk perluasan sasana yang kini memungkinkan seluruh pemain berlatih secara bersamaan.

Lampard menggunakan auranya sebagai mantan pemain bintang untuk meyakinkan pemain berkualitas agar bersedia bergabung ke Coventry. Ia juga dikenal piawai mengelola ruang ganti dengan tetap merangkul pemain senior seperti Jake Bidwell dan Jamie Allen meski mereka jarang bermain.

Dalam menghadapi tekanan promosi, Lampard berusaha melindungi mental para pemainnya agar tetap tenang dan fokus. Ia berbagi pengalaman pribadinya saat masih aktif bermain untuk memastikan tim tidak goyah di saat-saat krusial.

Keberhasilan ini pada akhirnya berhasil mengubah pola pikir pesimistis yang sempat menghantui para penggemar selama dekade terakhir. Lampard menegaskan bahwa penderitaan yang dialami klub selama ini membuat momen kesuksesan sekarang terasa jauh lebih indah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....