Italia Kembali Gagal Lolos ke Piala Dunia

  • 01 Apr 2026 13:28 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Juara dunia empat kali, Italia, gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut setelah menderita kekalahan tragis dalam adu penalti melawan Bosnia-Herzegovina. Belum pernah ada pemenang turnamen sebelumnya yang melewatkan tiga edisi kompetisi secara beruntun, setelah mereka juga gagal mencapai Rusia pada 2018 dan Qatar 2022.

Pio Esposito yang tendangannya melambung dan Bryan Cristante yang bola sepakannya membentur bagian bawah mistar gawang gagal mengeksekusi penalti dalam adu babak penalti tersebut. Hal ini terjadi setelah 10 pemain asuhan Gennaro Gattuso bertahan sekuat tenaga di tengah gempuran tembakan Bosnia untuk memaksa pertandingan berlanjut hingga adu penalti.

Bosnia-Herzegovina bersama kapten mereka yang berusia 40 tahun, Edin Dzeko kini telah lolos untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka. Mereka akan menghadapi Kanada, Qatar, serta Swiss di Grup B musim panas ini.

Namun, ini adalah malam yang menyedihkan bagi sepak bola Italia karena sang juara empat kali kembali mengalami kegagalan. Manajer yang tampak emosional, Gennaro Gattuso, menegaskan bahwa masa depannya "tidaklah penting" setelah ketua FIGC Gabriele Gravina memintanya untuk tetap bertahan.

Dilansir dari BBC News, Gattuso mengaku sangat sakit hati karena hasil ini sangat dibutuhkan untuk seluruh pergerakan sepak bola di Italia. Ia bahkan menyatakan bersedia merelakan tahun-tahun hidup dan uangnya demi mencapai tujuan membawa Italia lolos.

Ketua FIGC Gabriele Gravina menegaskan ia tidak akan mundur dari jabatannya saat ini. Namun, ia mengakui bahwa sepak bola Italia kini telah mencapai titik krisis yang sangat mendalam.

Italia sebenarnya sempat memimpin lebih dulu lewat penyelesaian apik Moise Kean pada menit ke-15. Gol tersebut berawal dari Nicolo Barella yang berhasil menyambar bola saat kiper Bosnia, Nikola Vasilj, melakukan salah umpan.

Harapan tuan rumah untuk bangkit meningkat ketika bek Italia, Alessandro Bastoni, dikartu merah lima menit sebelum jeda. Ia dianggap melakukan pelanggaran keras terhadap Amar Memic saat pemain sayap tersebut sudah bersih berhadapan dengan gawang.

Kiper Italia Gianluigi Donnarumma dipaksa bekerja keras melakukan serangkaian penyelamatan gemilang di babak kedua. Sayangnya, bola tepisannya atas sundulan Edin Dzeko berhasil disambar Haris Tabakovic untuk memaksakan babak perpanjangan waktu.

Tuan rumah Bosnia tampil sempurna dari titik putih dengan empat penendang yang seluruhnya sukses mencetak gol. Hasil ini secara resmi mengamankan tempat mereka di turnamen musim panas mendatang.

Pemain sayap Leonardo Spinazzola mengungkapkan kesedihannya karena anak-anak Italia harus kembali melihat Piala Dunia tanpa kehadiran tim nasional mereka. Ia seolah masih tidak percaya timnya tersingkir setelah berjuang gigih meski hanya bermain dengan 10 orang.

Terkait keterpurukan ini, pakar sepak bola Julien Laurens menilai akademi di Italia saat ini tidak menghasilkan cukup banyak pemain yang layak. Ia juga menyoroti cara klub-klub Italia membelanjakan uang mereka yang dinilai sudah tidak efektif lagi.

Masalah lain muncul dari sisi ekonomi karena tidak ada klub besar Italia yang masuk dalam daftar 10 besar pendapatan tertinggi versi Deloitte. Banyak tim juga gagal memodernisasi stadion mereka, yang pada akhirnya berdampak buruk pada pendapatan komersial klub.

Mantan penyerang legendaris Alessandro Del Piero turut menyoroti buruknya fasilitas stadion dan sistem pembinaan pemain muda sebagai akar masalah. Kekalahan ini menambah luka mendalam bagi Italia setelah sebelumnya disingkirkan oleh Swedia dan Makedonia Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....