FIFA Selidiki Korupsi Massal Pejabat Federasi Sepak Bola Kongo-Brazzaville
- 29 Mar 2026 18:24 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - FIFA telah memulai proses disipliner terhadap tiga anggota senior federasi sepak bola Kongo-Brazzaville, Fecofoot. Mereka termasuk Presiden Fecofoot, Jean-Guy Mayolas, yang baru-baru ini dijatuhi hukuman penjara seumur hidup bersama istri dan putranya, seperti dilansir BBC News.
Mayolas dan keluarganya dinyatakan bersalah karena menggelapkan dana yang disediakan oleh badan pengatur dunia tersebut. Mereka diadili secara in absentia, dengan keberadaan mereka yang saat ini tidak diketahui oleh pihak berwenang.
Pengadilan pidana Brazzaville juga menemukan Sekretaris Jenderal Wantete Badji dan bendahara Raoul Kanda bersalah atas pencucian uang dan pemalsuan. Badji dan Kanda menerima hukuman lima tahun penjara, sementara ketiga pria tersebut kini diselidiki atas pelanggaran keuangan oleh komite etika FIFA.
Dalam pernyataan resminya, FIFA mencantumkan pemalsuan, konflik kepentingan, serta penawaran dan penerimaan hadiah di antara tuduhannya. Persidangan pidana mengklaim bahwa dana FIFA sebesar $1,3 juta telah disalahgunakan dari peruntukan aslinya.
Dana tersebut seharusnya digunakan untuk pusat pelatihan, sepak bola wanita, serta bantuan Covid. Namun, para presiden klub wanita di negara tersebut bersaksi bahwa hanya sebagian kecil dari dana itu yang pernah dibayarkan.
Ini bukan pertama kalinya Mayolas dan Badji bermasalah dengan investigasi FIFA setelah menerima larangan enam bulan pada tahun 2015. Saat itu, mereka terbukti melanggar aturan terkait pemberian hadiah dan manfaat saat Mayolas menjabat sebagai wakil presiden.
Fecofoot sempat ditangguhkan oleh FIFA pada Februari tahun lalu karena adanya campur tangan politik dari pemerintah. Sanksi tersebut menyebabkan tim nasional terpaksa kalah WO dalam dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Zambia dan Tanzania.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....