“Pelakrama Ageng” Adat Penikahan Khas Cirebon

  • 25 Mei 2024 17:00 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Cirebon adalah kota dengan sejuta tradisi. Yang dimana menjadi tempat dari salah satu wali songo, yakni Sunan Gunung Jati . Kota yang menjadi saksi bisu peralihan ragam generasi. Kota Cirebon memiliki ciri khas sendiri walaupun berada di wilayah Sunda, karena bahasanya berbeda dengan daerah lainnya di Jawa Barat.

Salah satunya adalah adat pernikahan Cirebon yang disebut dengan “Pelakrama Ageng”. Seperti yang dilansir kompasiana, adat dalam pernikahan ini lebih kental tradisi lokal yang bernuansa Islami sebagai landasan utama dari kesultanan Cirebon. Nilai kearifan lokal yang terselip di dalamnya berupa kesederhanaan dalam melaksanakan sebuah resepsi pernikahan.

Perbedaan terbesar dalam adat ini dengan adat pernikahan lainnya adalah dalam seserahan pernikahan yang hanya mensyaratkan umbi-umbian, sayuran dan mas picis saja (maskawin berupa uang atau perhiasan semampu pihak calon mempelai pria). Dalam pelaksanaan prosesi ini masyarakat cirebon mengedepankan unsur islami yaitu menghindari "ria (sikap ingin dipuji)".

Adapun dua belas tahapan yang ada dalam adat pernikahan Cirebon, diantaranya:

Njegog atau tetali (meminang)

Seserahan

Siram Tawandari

Parasan

Ziarah ke Astana Gunung Jati

Tenteng Pengantin

Salam Temon

Sawer atau Surak

Pugpugan Tawur

Adep-adep Sekul

Sembah sungkem

Pemberian doa restu, ucapan selamat, dan hiburan

(Nursyecha)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....