BIJB Kertajati Majalengka Jadi Pusat Industri Strategis Pertahanan

  • 06 Okt 2026 14:55 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah melakukan pertemuan dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) di Bandara internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Pertemuan tersebut membahas kerja sama pengelolaan BIJB Kertajati menjadi pusat industri strategis pertahanan dalam negeri.

Dalam rilisnya yang diterima RRI, Selasa, 6 Oktober 2026, KDM, sapaan Dedi Mulyadi mengatakan, pertemuan kali ini merupakan tindak lanjut pembahasan yang sebelumnya telah dilakukan di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang. Ditegaskannya kesepakatan untuk bekerja sama mengelola BIJB Kertajati kemudian akan ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

"Secara prinsip dasar bahwa kalau negara itu tidak ada pemisahan-pemisahan, semuanya adalah satu kesatuan. Tetapi dari aspek sisi administrasi, kita memiliki aspek pertanggungjawaban administrasinya masing-masing. Memiliki aset tercatatnya masing-masing. Memiliki utang piutangnya masing-masing,"ujar KDM.

"Tahap pertama kita tidak berpikir komersial dulu, keramaian atau pertumbuhan, tetapi tahap pertama kita berpikir PTDI ada di sini kemudian MRO di sini, bengkel pesawat asing di sini, kemudian industri penunjang di sini," ucapnya menuturkan.

Jika semuanya serba ada di BIJB Kertajati, menurut KDM, pada akhirnya akan tumbuh siklus perdagangan khususnya menyangkut aspek kedirgantaraan. "Tidak mungkin semuanya lokal, pasti ada transfer antardaerah, transfer antarprovinsi, transfer antarnegara, pada akhirnya nanti kebutuhan komersialnya akan tumbuh," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari menyatakan langkah-langkah yang sudah dilakukan untuk kerja sama ini telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapat tanggapan sangat positif.

Yusuf menyampaikan sekolah penerbang Angkatan Udara beserta mesnya akan segera dipindahkan ke Sukani dalam waktu dekat. Selain itu, Skuadron Udara dari Bandara Halim Perdanakusuma beserta PTDI dan mitra usahanya juga bakal diboyong ke BIJB.

"Kami berharap di bulan Januari pembangunannya. Sekolah penerbangan November atau Desember jika diizinkan, agar ada kegiatan," ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....