Pemkot Cirebon Jamin Pasokan Pangan, Warga Diminta Tak Panic Buying

  • 05 Okt 2026 15:00 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon menjamin ketersediaan pasokan pangan untuk mencegah masyarakat melakukan panic buying ketika terjadi kenaikan harga komoditas. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak menimbun kebutuhan pokok sebagai langkah antisipasi menghadapi gejolak harga.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Dr. H. Iing Daiman, S.IP., M.Si., mengatakan kebutuhan pokok masyarakat merupakan komoditas yang mendapat perhatian dan perlindungan pemerintah. Menurutnya, pemerintah akan hadir ketika terjadi kecenderungan kenaikan harga pada komoditas pangan.

Iing meminta masyarakat tidak panik dan membeli kebutuhan pokok secara berlebihan ketika harga mulai mengalami kenaikan. Pemerintah memastikan berbagai upaya dilakukan untuk menjaga kelancaran rantai pasok pangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Artinya masyarakat tidak perlu panic buying ketika ada tendensi kenaikan harga suatu komoditas, nanti pemerintah akan hadir. Yang kedua, jangan menimbun karena untuk antisipasi dan lain sebagainya, karena supply chain yang dilakukan oleh pemerintah insyaallah akan terjamin,” ujarnya kepada RRI, 4 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi kenaikan harga yang dipengaruhi faktor distribusi. Salah satunya melalui dukungan Bank Indonesia terhadap biaya angkutan ketika tingginya ongkos distribusi menjadi salah satu penyebab kenaikan harga.

Selain intervensi terhadap distribusi, Pemerintah Kota Cirebon juga menjalankan Kerja Sama Antar Daerah atau KAD bersama daerah sekitar dan pemerintah daerah lainnya. Kerja sama tersebut dilakukan melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan.

Iing menegaskan, berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia saat terjadi tekanan harga. Dengan jaminan pasokan dan pengendalian distribusi, masyarakat diharapkan tetap tenang serta membeli kebutuhan pangan sesuai keperluan.

“Ketika eskalasi harga itu disebabkan oleh pola distribusi yang ongkos angkutnya mahal, pihak BI bisa mensubsidi ongkos angkut dan lain sebagainya, tapi tidak setiap ini disubsidi,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....