Perumda Pasar Pastikan Mol Pangling Tak Gantikan Pasar Tradisional

  • 05 Okt 2026 14:43 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon terus memantau dampak Mobil Pangan Keliling atau Mol Pangling terhadap aktivitas perdagangan pedagang pasar tradisional. Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan aktivitas pedagang tanpa terburu-buru mengaitkan perubahan omzet dengan keberadaan Mol Pangling.

Direktur Utama Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon, Iyan Rahadian Sunardi, S.T., C.R.B.D., mengatakan perubahan omzet pedagang dapat dipengaruhi berbagai faktor. Faktor tersebut antara lain daya beli masyarakat, musim, ketersediaan pasokan, harga distributor, hingga pola belanja masyarakat.

“Kami tentu melakukan pemantauan terhadap aktivitas pedagang di pasar, namun kami juga tidak ingin terburu-buru menyimpulkan bahwa perubahan omzet pedagang itu merupakan akibat langsung dari Mol Pangling,” ujarnya kepada RRI, Minggu, 4 Oktober 2026.

Menurut Iyan, keberadaan Mol Pangling perlu ditempatkan sebagai instrumen intervensi untuk membantu menjaga stabilitas harga komoditas tertentu. Program tersebut tidak diarahkan untuk menggantikan fungsi pasar tradisional sebagai pusat aktivitas perdagangan masyarakat.

Ia menegaskan, Perumda Pasar berupaya memastikan Mol Pangling tidak menjadi substitusi permanen terhadap pasar tradisional. Intervensi melalui program tersebut dilakukan ketika terdapat komoditas tertentu yang memang membutuhkan stabilisasi harga.

“Yang terpenting bagi Perumda Pasar adalah memastikan Mol Pangling tidak menjadi substitusi permanen terhadap pasar, namun menjadi instrumen intervensi ketika harga komoditas tertentu memang membutuhkan stabilisasi,” ucapnya.

Ke depan, Perumda Pasar melihat peluang untuk melibatkan pedagang pasar tradisional dalam rantai pasok Mol Pangling. Skema tersebut dinilai dapat membuat intervensi harga tetap memberikan manfaat bagi konsumen sekaligus membuka peluang transaksi bagi pedagang.

Dengan pola tersebut, keberadaan Mol Pangling diharapkan dapat berjalan beriringan dengan aktivitas perdagangan di pasar tradisional. Sinergi antara program intervensi pangan dan pedagang pasar menjadi salah satu peluang untuk menjaga manfaat program bagi konsumen maupun pelaku perdagangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....