Hasil Panen Warga Binaan Lapas Indramayu Diserap Toserba Yogya

  • 05 Okt 2026 16:51 WIB
  •  Cirebon

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠‎RRI.CO.ID. Indramayu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan pertanian hidroponik. Kali ini, hasil panen berupa sayuran segar berhasil dipasarkan ke Toserba Yogya Indramayu,

‎

‎Selama September 2026, Lapas Indramayu mampu hasilkan 1 kwintal sayuran selada hidroponik. Yogya Toserba Indramayu menjadi mitra yang menyerap sayuran selada hidroponik sebanyak 24 kg dan pakcoy sebanyak 3 kg. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program ketahanan pangan sekaligus upaya meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan melalui sektor pertanian.

‎

‎Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Aramichi Renggalih, mengatakan bahwa program pertanian hidroponik merupakan salah satu bentuk komitmen lapas dalam mengoptimalkan pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan.

‎

‎"Program pertanian hidroponik ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam mengoptimalkan pembinaan kemandirian warga binaan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan. Kami ingin memastikan bahwa kegiatan pembinaan di dalam Lapas tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan dapat diterima oleh masyarakat," katanya.

‎

‎Ia menambahkan, keberhasilan memasarkan hasil panen ke Toserba Yogya menjadi salah satu indikator bahwa produk hasil pembinaan warga binaan memiliki kualitas yang baik dan berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

‎

‎"Alhamdulillah, hasil panen selada hidroponik kami selama September ini diserap sebanyak 24 kilogram selada dan 3 kilogram pakcoy oleh Toserba Yogya Indramayu. Ini menjadi salah satu bukti bahwa hasil pembinaan warga binaan memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing dengan produk yang beredar di masyarakat. Hal ini tentu menjadi potensi untuk dikembangkan dan dipasarkan secara berkelanjutan," ungkapnya.

‎

‎Proses budidaya dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari penanaman, pemeliharaan hingga masa panen, dengan pengawasan petugas guna memastikan kualitas hasil produksi. Sebelum dipasarkan, seluruh hasil panen terlebih dahulu melalui tahapan penyortiran, penimbangan, dan pengemasan.

‎

‎Lebih lanjut, Aramichi menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong pengembangan kegiatan pertanian hidroponik agar semakin produktif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga binaan.

‎

‎"Ke depan, kami akan terus mendorong pengembangan kegiatan pertanian hidroponik ini agar semakin produktif, sehingga warga binaan memiliki keterampilan, pengalaman, serta bekal kemandirian yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat," Ujarnya. Minggu 5 Oktoer 2026

‎

‎Melalui program ini, Lapas Kelas IIB Indramayu berharap pembinaan kemandirian tidak hanya menjadi sarana peningkatan keterampilan, tetapi juga mampu melahirkan warga binaan yang produktif, mandiri, dan siap berkontribusi positif setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....