130 Butir Telur Sehari, Lapas Indramayu Buktikan Pembinaan Warga Binaan Produktif

  • 05 Okt 2026 16:47 WIB
  •  Cirebon

‎RRI.CO.ID Indramayu - Program pembinaan kemandirian bagi narapidana di Lapas Indramayu terus menunjukkan hasil positif. Salah satunya melalui kegiatan peternakan ayam petelur yang dikelola secara produktif dan mampu menghasilkan sekitar 130 butir telur dalam satu hari dari total 170 ekor ayam petelur, Minggu (4/10).

‎

‎Kegiatan peternakan ayam petelur ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang bertujuan memberikan keterampilan kerja dan pengalaman praktis kepada narapidana sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat. Dalam pelaksanaannya, warga binaan dilibatkan secara langsung dalam berbagai tahapan pengelolaan peternakan, mulai dari pemberian pakan, perawatan kandang, pemantauan kesehatan ayam, hingga proses pengumpulan dan pemilahan telur.

‎

‎Dengan jumlah populasi sebanyak 170 ekor ayam, produksi rata-rata mencapai 130 butir telur per hari. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan kemandirian tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga mampu menghasilkan kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi.

‎

‎Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Indramayu, Aramichi Renggalih mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kedisiplinan dan tanggung jawab warga binaan dalam mengikuti kegiatan pembinaan. Mereka mendapatkan pendampingan serta pembinaan secara berkelanjutan sehingga mampu memahami tata cara pemeliharaan ayam petelur dengan baik.

‎

‎“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan keterampilan nyata kepada warga binaan agar nantinya memiliki bekal dan pengalaman yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Hasil produksi telur yang terus berjalan menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian dapat dilaksanakan secara produktif dan berkelanjutan,” ujar Aramichi, Kalapas Indramayu.

‎

‎Selain sebagai sarana pembelajaran keterampilan, kegiatan peternakan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter warga binaan agar lebih disiplin, bertanggung jawab, mandiri, dan memiliki etos kerja. Setiap warga binaan yang terlibat dituntut untuk menjaga kebersihan kandang, memastikan ketersediaan pakan dan air, serta memperhatikan kondisi kesehatan ayam.

‎

‎Hasil produksi telur yang mencapai 130 butir per hari menjadi salah satu indikator keberhasilan program pembinaan kemandirian yang dijalankan. Ke depan, kegiatan tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan, baik dari sisi jumlah ternak maupun peningkatan kualitas pengelolaan, sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi warga binaan dan mendukung program pembinaan di bidang kemandirian.

‎

‎Melalui pembinaan berbasis keterampilan dan produktivitas, warga binaan diharapkan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih mandiri serta siap kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....