Kebakaran Gudang Kimia di Mundu Cirebon Ludeskan Aset dan Kendaraan
- 04 Okt 2026 20:30 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Kebakaran hebat melanda gudang bahan kimia dan lahan di Komplek Gudang Royal Park, Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Minggu, 4 Oktober 2026. Peristiwa yang diperkirakan terjadi mulai pukul 05.30 WIB tersebut sempat memicu suara ledakan dari drum berisi cairan kimia di dalam bangunan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, membenarkan kejadian tersebut setelah menerima laporan warga. "Sekitar pukul 06.58 WIB Dinas Damkar mendapat laporan adanya kebakaran gudang didaerah Mundu mendapat laporan adanya kebakaran Gudang satu regu langsung menuju Lokasi," kata Eno.
Petugas yang tiba di lokasi kejadian pada pukul 07.24 WIB mendapati kobaran api sudah membesar dan berpotensi merambat. "Tiba di lokasi api sangat besar dan menimbulkan suara ledakan dari Drum yang berisi bahan kimia karena api yang besar, untuk ketersediaan stok air dan mencegah penjalaran api ke bangunan lainya meminta bantuan Armada dari Sektor Lemah Abang,Losari, Cikulak, Weru Sumber dan Damkar Kota Cirebon," ujar Eno.
Kobaran api juga merambat ke tumpukan limbah sisa produksi berupa material karet, kain, plastik, dan busa di area belakang gudang. "Dampak dari kebakaran juga mengenai tumpukan. Limbah produksi sepatu berupa bahan karet, kain, Plastik, busa yang berada di belakang gudang dg jarak kurang lebih satu meter," ucap Eno.
Penanganan kebakaran dilakukan secara intensif dengan membagi personel ke beberapa titik pemadaman di area terdampak. "Kami pun berbagi tugas untuk memadamkan api di Gudang dan area limbah," ujarnya.
Proses pemadaman hingga pendinginan memerlukan waktu sekitar enam jam sampai lokasi dinyatakan benar-benar aman dari potensi api. "Setelah kurang lebih enam jam akhirnya proses Pemadaman dan pendinginan selesai," kata Eno.
Operasi pemadaman berskala besar ini mengerahkan puluhan personel gabungan beserta belasan unit armada pemadam. "Dalam pemadaman dan pendinginan diterjunkan 9 Armada dan Sepuluh Regu," ucapnya.
Seluruh personel dan unit pemadam akhirnya ditarik kembali ke markas masing-masing setelah situasi dipastikan terkendali. "Setelah lokasi dinyatakan aman Armada dan Anggota kembali ke Mako masing masing," katanya.
Penyebab pasti kebakaran gudang PT Indokemika Jayatama ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang. "Belum dapat diketahui diduga dari arus pendek listrik," ucapnya.
Insiden ini menghanguskan area bangunan gudang seluas 300 meter persegi serta lahan terbuka seluas 60 meter persegi. Sejumlah armada operasional seperti mobil pikap, sepeda listrik, forklif, timbangan listrik, hingga mobil MPV turut terbakar dan tertimpa reruntuhan.
Empat petugas pemadam kebakaran mengalami gangguan pernapasan akibat terpapar asap pekat selama proses pemadaman. "Terdampak Asap hingga mengalami sesak Nafas dan mendapat bantuan Oksigen dari PSC Kota Cirebon," ujar Eno.
Selain korban sesak napas, terdapat satu orang petugas yang mengalami luka fisik pada bagian tangan saat melakukan penanganan. "1 Orang luka terkena pecahan kaca pada jari telunjuk Kanan P 1,5 cm D 0,5 cm Atas nama Fery Febrianto," kata Eno.
Proses pemadaman di lapangan menghadapi kendala teknis berupa sulitnya akses pasokan air dan ketiadaan alat proteksi kebakaran awal. Nilai total kerugian material akibat musibah kebakaran ini hingga kini masih dalam proses perhitungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....