Dishub Kota Cirebon Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Asia dan Surya
- 02 Okt 2026 16:12 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Dinas Perhubungan Kota Cirebon menyiapkan penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan serta mengurangi potensi kecelakaan di sejumlah titik rawan. Salah satu langkah yang disiapkan yakni penerapan kanalisisasi angkutan umum di depan Toserba Asia dan Mall Surya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Gunawan, ATD., DEA., mengatakan rencana tersebut dibahas dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan atau Forum LLAJ. Forum tersebut menjadi salah satu wadah untuk mengidentifikasi persoalan lalu lintas sekaligus menyusun langkah penanganannya.
“Ini kita manfaatkan untuk penerapan manajemen rekayasa lalu lintas dalam rangka mengurangi daerah rawan kecelakaan dan daerah rawan kemacetan. Salah satunya menerapkan kanalisisasi angkutan umum di depan Toserba Asia Surya,” ujarnya kepada RRI Rabu, 30 September 2026.
Gunawan menjelaskan, kawasan tersebut kerap menjadi lokasi angkutan umum berhenti serta terdapat kendaraan roda dua yang parkir di sisi kiri jalan. Kondisi itu dinilai dapat menghambat kelancaran arus lalu lintas, terutama saat aktivitas Toserba Asia dan Mall Surya berlangsung.
Menurutnya, kanalisisasi akan digunakan untuk menyediakan jalur khusus bagi angkutan umum sekaligus menghilangkan ruang parkir kendaraan di sisi kiri jalan. Penerapan konsep serupa sebelumnya dilakukan di kawasan Simpang Gungsari, tepatnya di depan Jamblang Mang Dul, dan dinilai mampu menjaga kelancaran arus lalu lintas.
“Kita harapannya di depan Toserba Asia dan Mall Surya itu juga begitu nantinya, seperti di Simpang Gungsari, sehingga parkir yang menghambat arus lalu lintas bisa dihilangkan,” ucapnya.
Gunawan menambahkan, identifikasi titik rawan kemacetan dilakukan dengan memanfaatkan berbagai informasi, termasuk pemantauan kondisi lalu lintas melalui peta digital. Berdasarkan pemantauan tersebut, ruas jalan di depan Asia dan Surya menunjukkan kepadatan sejak sekitar pukul 09.00 hingga sore hari ketika kedua pusat kegiatan tersebut mulai beroperasi.
Sementara untuk titik rawan kecelakaan, Dishub menggunakan data kejadian serta informasi dari pemangku kepentingan di wilayah tersebut. Salah satunya kawasan depan Kantor Kelurahan Kejaksaan yang telah dipasang separator portable karena adanya pergerakan kendaraan yang berpotensi menimbulkan konflik arus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....