Kisah Kardono Tekuni Pembuatan Kertas Daluang
- 02 Okt 2026 07:00 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu - Perjalanan kisah Kardono dalam kesehariannya bekerja membuat kertas daluang kini menjadi sorotan publik. Pria berusia 44 tahun tersebut berhasil mengembangkan keterampilan membuat kertas daluang secara otodidak.
Hasil karya kertas daluang buatan Kardono ternyata banyak diminati oleh pemesan dari berbagai daerah. Pria lulusan Sekolah Dasar tersebut berangkat dari kemauan belajar secara bertahap sejak 2020 hingga produknya aktif dipasarkan pada 2023.
Di rumahnya di Desa Mekarsari, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ia menekuni pekerjaan itu hingga menghasilkan kertas daluang siap dipasarkan. Ia menyadari pentingnya perjalanan seseorang yang memilih tetap bergerak ketika pendidikan formalnya harus berhenti.
Kardono bercerita saat menemukan ruang belajar melalui pengalaman yang kemudian dijadikannya keterampilan untuk terus diasah. "Tidak ada pendidikan khusus yang diikuti untuk mempelajari keterampilan tersebut," ujarnya kepada awak media pada Rabu, 30 September 2026.
Sementara itu, ia juga pernah mendapat kesempatan berbagi pengetahuan mengenai kertas daluang di Universitas Gadjah Mada (UGM), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Universitas Indonesia (UI). Bahkan, beberapa waktu lalu Kardono mendapat undangan khusus dari salah satu fakultas di UI Depok untuk memberikan pembelajaran pembuatan kertas daluang kepada mahasiswa.
Bagi Kardono, kesempatan tersebut menjadi pengalaman tersendiri ketika harus bersentuhan langsung dengan kalangan akademisi. Selain kertas daluang, ia juga mempelajari pembuatan daun lontar serta penerjemahan aksara.
Kemampuan tambahan tersebut kembali diperolehnya melalui proses belajar yang dilakukan secara mandiri. Menurut Kardono, pendidikan formal memang tetap memiliki peranan yang sangat penting.
Namun, keterbatasan dalam menempuh pendidikan tidak seharusnya menjadi alasan seseorang untuk berhenti mengembangkan diri. "Meski pendidikan formal tetap memiliki peranan penting, keterbatasan dalam menempuh pendidikan tidak seharusnya menjadi alasan seseorang untuk berhenti mengembangkan diri," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....