Cibingbin Bersih dari Jejak G30S, tapi 266 Pejuang Jadi Korban

  • 30 Sep 2026 21:05 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Peristiwa G30S atau Gerakan 30 September 1965 menjadi bagian penting dalam sejarah Indonesia yang dikenang setiap akhir September.
  • Jejak peristiwa penculikan dan pembunuhan perwira Angkatan Darat G30S tidak ditemukan di wilayah Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
  • Ketua DPC PPP Kabupaten Kuningan, Ali Akbar, menyampaikan informasi terkait tidak adanya jejak G30S di wilayah Cibingbin tersebut.

RRI.CO.ID,Kuningan - Peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G30S menjadi bagian penting dalam sejarah Indonesia. Setiap akhir September, peristiwa penculikan dan pembunuhan sejumlah perwira Angkatan Darat tersebut kembali dikenang.

Namun, jejak peristiwa G30S tidak ditemukan di wilayah Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Hal itu disampaikan Ketua DPC PPP Kabupaten Kuningan, Ali Akbar.

"Setahu saya di Cibingbin tidak ada tempat bekas Gerakan 30 S/PKI," kata Ali saat ditemui di ruang Fraksi PPP Demokrat DPRD Kuningan, Rabu, 30 September 2026.

Menurut Ali, Cibingbin yang berada di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, memiliki kehidupan keagamaan yang kuat. Kondisi tersebut ditopang keberadaan sejumlah pondok pesantren yang telah lama berkembang di wilayah tersebut.

Di antaranya Pondok Pesantren Bani Syahir, Al Amin, Al Khoiriyah, Sabilunnajah, dan Kanugrahan. Meski tidak memiliki catatan terkait G30S, Cibingbin menyimpan sejarah perjuangan yang menelan banyak korban.

Salah satunya peristiwa Operasi Gagak yang dilakukan pasukan kolonial Belanda pada 1949. Ali menyebut, operasi tersebut menargetkan tokoh agama dan pejuang kemerdekaan di kawasan perairan Malahayu.

Berdasarkan catatan sejarah yang disampaikannya, sedikitnya 266 pejuang dari sejumlah desa di Kecamatan Cibingbin tewas dalam peristiwa tersebut. Para korban dimakamkan di sejumlah lokasi, termasuk pemakaman massal, pemakaman umum, dan pekarangan rumah keluarga.

"Sejarah ini juga harus terus diingat. Ada banyak pejuang dari Cibingbin yang menjadi korban dalam mempertahankan kemerdekaan," ujar Ali yang juga menjabat Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Kuningan.

Peristiwa G30S mencatatkan dinamika sejarah politik di tingkat nasional. Sementara itu, Operasi Gagak menjadi bukti pengorbanan masyarakat Cibingbin mempertahankan kemerdekaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....