Legislator Reni Parlina : Cegah Bullying, Jangan Biarkan Anak Kurang Perhatian

  • 30 Sep 2026 18:01 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Legislator Partai Demokrat Reni Parlina mengidentifikasi pemberdayaan perempuan dan perundungan anak sebagai dua isu sosial yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat.
  • Reni Parlina menekankan bahwa perempuan perlu mendapatkan ruang yang lebih luas untuk berperan aktif dalam kehidupan masyarakat termasuk di bidang politik.
  • Partai Demokrat memiliki organisasi sayap bernama Srikandi Demokrat yang berfungsi sebagai wadah untuk mendorong dan meningkatkan keterlibatan perempuan dalam partai.

RRI.CO.ID, Kuningan – Legislator Partai Demokrat, Reni Parlina, menyoroti dua persoalan sosial yang dinilai perlu mendapat perhatian serius, yakni pemberdayaan perempuan dan perundungan terhadap anak.

Reni mengatakan, perempuan perlu mendapat ruang yang lebih luas untuk berperan di tengah masyarakat, termasuk dalam kehidupan politik. Menurut dia, Partai Demokrat memiliki wadah yang mendorong keterlibatan perempuan melalui organisasi sayap partai, Srikandi Demokrat.“Insya Allah ada di Partai Demokrat, apalagi kita mempunyai Srikandi Demokrat. Srikandi Demokrat ketuanya Ibu Hj. Emil, istri Pak Ketua DPC,” kata Reni, Rabu 30 September 2026.

Menurut Reni, keberadaan Srikandi Demokrat menjadi salah satu ruang bagi perempuan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan dan mengambil peran di lingkungan sosial maupun politik.

Selain pemberdayaan perempuan, Reni menyoroti persoalan perundungan atau bullying yang melibatkan anak dan remaja. Ia meminta orang tua meningkatkan pengawasan sekaligus membangun komunikasi dengan anak di lingkungan keluarga.“Kita mah berharap jangan sampai terjadilah. Terus untuk bullying-bullying itu sebetulnya ya sebagai orang tua mungkin ya yang terjadi terhadap anak atau kita ya kita harus waspadai, ya kita harus memberikan pedoman ke anaklah gitu,” ujarnya.

Reni menilai perhatian keluarga menjadi bagian penting dalam mencegah anak terlibat maupun menjadi korban perundungan. Orang tua, kata dia, tidak cukup hanya mengawasi aktivitas anak, tetapi juga perlu menyediakan waktu untuk berkomunikasi dan mendampingi mereka.

“Kita sebagai perempuan tetap harus memberikan pendidikan terhadap anak, terus memberikan perhatian yang lebih terhadap anak, quality time di keluarga terhadap anak, ya jangan sampai anak itu kurang perhatianlah dari keluarga,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....