Gentengisasi Meledak, Majalengka Siapkan 2,4 Juta Genteng untuk Jawa Barat

  • 30 Sep 2026 13:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Program gentengisasi membuka peluang baru bagi kebangkitan industri genteng di Kabupaten Majalengka, khususnya sentra Jatiwangi. Pemerintah menyiapkan sekitar 2,4 juta keping genteng untuk mendukung program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di sejumlah wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

Bupati Majalengka H. Eman Suherman mengatakan bahwa distribusi 2,4 juta genteng tersebut direncanakan berlangsung pada 8 November 2026. Dalam proses pendistribusiannya, kegiatan ini diperkirakan akan melibatkan sekitar 600 truk.

"Di Jawa Barat itu ada dua penghasil genteng, pertama Purwakarta dan kedua Majalengka. Di Majalengka akan dilakukan launching gentengisasi pada 8 November 2026," ujar Bupati Eman Suherman, Rabu 30 September 2026.

Menurutnya, kebutuhan genteng diperkirakan terus meningkat setelah pelaksanaan launching. Pemerintah bahkan mendorong pengrajin menyiapkan hingga 3 juta genteng, meski kapasitas produksi saat ini baru sekitar 500 ribu keping per pekan.

Program tersebut menjadi angin segar bagi industri genteng Majalengka yang sempat terpuruk. Eman menyebut, dari sekitar 200 pengusaha genteng sebelum pandemi Covid-19, jumlahnya sempat menyusut menjadi sekitar 70 pengusaha dan tidak seluruhnya masih aktif.

Di tengah meningkatnya permintaan, pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas produk. Bupati Eman menyebut 35 pengusaha genteng Majalengka telah mengantongi sertifikasi SNI.

Namun, lonjakan permintaan turut memicu kenaikan harga genteng. Eman mengatakan kenaikan tersebut dipengaruhi tingginya permintaan serta tambahan biaya operasional dalam distribusi program pemerintah, termasuk proses penyimpanan sebelum pengiriman.

Ia meminta pengusaha tetap menerapkan harga secara proporsional dan membedakan kebutuhan proyek dengan pembelian masyarakat umum."Bedakan perlakuannya antara proyek dengan swasta dengan masyarakat biasa," katanya.

Tak hanya menghidupkan kembali produksi, program gentengisasi juga mulai membuka lapangan kerja di sentra industri genteng. Eman menyebut meningkatnya permintaan membuat aktivitas produksi kembali bergairah dan tenaga kerja mulai terserap.

Ia mendorong para pengusaha untuk memberikan perlindungan kepada pekerja melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini dinilai penting mengingat aktivitas produksi genteng memiliki berbagai risiko kerja.

Bagi Pemkab Majalengka, program gentengisasi menjadi momentum penting untuk menggerakkan kembali industri lokal dan memperluas penyerapan tenaga kerja. Selain itu, program ini diharapkan dapat menjadikan produk genteng Jatiwangi sebagai bagian utama dari rantai pasok program perumahan pemerintah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....