Bupati Lucky Hakim Hadiri Pengukuhan Pengurus DPC PJI Indramayu
- 30 Sep 2026 07:20 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu - Bupati Indramayu Lucky Hakim menghadiri acara pengukuhan dan pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Jurnalis Indonesia (DPC PJI) Kabupaten Indramayu Masa Bakti 2026-2029. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 29 September 2026 di Hotel Grand Trisula.
Acara ini dihadiri Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Kepala Diskominfo, Kasi Intel Kejari, Humas Polres, Humas PN, dan Pasi Intel Kodim 0616/Indramayu. Selain jajaran pejabat daerah, sejumlah insan pers juga turut hadir memenuhi ruang acara.
Dalam sambutannya, Lucky menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh pengurus DPC PJI Indramayu yang telah dikukuhkan. Ia berharap kepengurusan baru dapat menjalankan amanah organisasi sekaligus tugas jurnalistik secara profesional, berintegritas, dan menjunjung tinggi etika pers.
“Ini bukan cuma sekadar momentum seremonial, ini adalah awal dari sebuah amanah dan tanggung jawab yang akan sama-sama kita emban, kita jalankan. Yaitu tugas jurnalistik secara profesional, tentu saja yang berintegritas serta menjunjung tinggi etika pers,” ujarnya.
Menurut Lucky, keberadaan pers sangat penting bagi Pemerintah Kabupaten Indramayu. Hal itu karena pers memiliki fungsi pengawasan, memberikan kritik, serta menyampaikan masukan terhadap jalannya pemerintahan.
“Indramayu khususnya memang perlu pendampingan. Pemerintah daerah itu perlu pendampingan, perlu diawasi, perlu dikritisasi, perlu diberikan masukan, tentu saja oleh pers,” katanya.
Lucky juga menyoroti keberadaan oknum yang mengatasnamakan wartawan untuk kepentingan pribadi. Praktik tersebut termasuk tindakan pemerasan dengan ancaman memberitakan suatu persoalan apabila tidak diberikan sejumlah uang.
“Banyak sekali orang-orang yang diperas oleh oknum-oknum seperti itu," ucapnya. Ia mengingatkan tindakan ilegal tersebut sangat berbeda dengan kerja jurnalistik yang dilakukan secara profesional.
Apabila terdapat dugaan pelanggaran, wartawan memiliki mekanisme dan tata cara pemberitaan sesuai aturan serta kode etik. Oleh karena itu, keberadaan organisasi profesi seperti PJI sangat penting untuk memberikan pemahaman dan pembinaan kepada pers.
Di sisi lain, Lucky menegaskan PJI tidak boleh menjadi corong pemerintah. Ia justru berharap insan pers tetap independen dan kritis dalam menjalankan fungsi jurnalistiknya di lapangan.
“Saya juga enggak berharap PJI ini menjadi paduan suara, apa kata Pemda itu yang disuarakan. Itu nanti akhirnya kehilangan ruh jurnalistiknya, tetaplah independen, tetaplah menjadi diri sendiri sesuai dengan aturan berlaku,” ujarnya.
Ia turut menyoroti tantangan insan pers di tengah derasnya arus informasi media sosial yang bergerak sangat cepat. Kecepatan informasi diimbau harus tetap diimbangi dengan verifikasi ketat agar pemberitaan tidak mengaburkan fakta.
“Kalau kita tidak cepat, kalah sama media sosial.Kalau kita mau ikut-ikutan cepat, kita belum menggali apa sebenarnya terjadi,” katanya.
Lucky mengapresiasi kiprah PJI yang telah melaksanakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebanyak dua kali di Indramayu. Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan mampu memperkuat profesionalisme wartawan dalam menjalankan tugasnya.
Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu menyatakan siap berdampingan bersama media untuk membangun daerah secara berkelanjutan. “Kita perkuat lagi sinergitas, pemerintah daerah, insan pers, PJI khususnya, dan seluruh elemen masyarakat,” ucap Lucky.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....