Sidak Lapas Kuningan, Legislator Gerindra Temukan Potensi Lahan Produktif
- 30 Sep 2026 07:05 WIB
- Cirebon
Poin Utama
- Anggota Fraksi Gerindra Sri Laelasari melakukan inspeksi mendadak ke Lapas Kuningan pada Selasa 29 September 2026 untuk meninjau kegiatan pembinaan warga binaan.
- Warga binaan dilatih berbagai keterampilan produktif termasuk membuat peci dan kopiah, memproduksi roti, serta mengoperasikan mesin jahit.
- Lapas Kuningan memanfaatkan lahan untuk program ketahanan pangan melalui kegiatan pertanian, perikanan, dan peternakan yang melibatkan warga binaan.
RRI.CO.ID, Kuningan - Anggota Fraksi Gerindra Sri Laelasari melakukan inspeksi mendadak ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kuningan, Selasa, 29 September 2026. Dalam kunjungan tersebut, Sri meninjau langsung kegiatan pembinaan warga binaan sekaligus melihat pemanfaatan lahan untuk program ketahanan pangan.
Warga binaan dilatih membuat peci dan kopiah, memproduksi roti, menggunakan mesin jahit, serta mengelola kegiatan pertanian, perikanan, dan peternakan. Sri mengatakan program tersebut menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.
Namun, ia menilai pengembangannya masih menghadapi keterbatasan sarana dan dukungan anggaran. “Di luar program kerajinan tangan, Lapas Kuningan juga sukses menjalankan program ketahanan pangan dari tahun ke tahun. Fasilitas tersebut meliputi area peternakan ayam petelur, perkebunan sayuran, hingga kolam perikanan,” kata Sri, Anggota Komisi II DPRD Kuningan, saat meninjau area pertanian Lapas Kuningan.
Baca juga: Kalapas Kuningan Tegaskan Zero Narkoba, HP Ilegal, Kekerasan dan Pungli
Menurut Sri, sektor perikanan masih memiliki ruang untuk dikembangkan. Kondisi air yang dinilai baik serta ketersediaan lahan menjadi modal untuk memperluas kegiatan produktif warga binaan.
Ia juga mengapresiasi peternakan sapi yang melibatkan warga binaan. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung dalam mengelola ternak yang dapat menjadi keterampilan setelah mereka selesai menjalani masa pidana.
“Yang penting keterampilan ini bisa mereka bawa ketika keluar dari lapas. Jadi bukan hanya menjalani pembinaan, tetapi ada kemampuan yang bisa diterapkan untuk kehidupan setelah bebas,” ujarnya.
Kepala Lapas Kuningan, Eries Sugianto mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti masukan tersebut. Ia mengakui masih terdapat lahan di lingkungan Lapas yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Kami menyambut baik masukan ini. Masih ada lahan yang belum optimal dan ke depan akan kami kembangkan sesuai kemampuan serta kebutuhan program pembinaan,” katanya.
Kegiatan pengembangan ketahanan pangan ini diharapkan tidak hanya memperkuat keterampilan warga binaan selama masa pembinaan. Lebih dari itu, program ini diproyeksikan mampu menghasilkan nilai ekonomi dari produk-produk yang mereka kelola.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....