Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dorong Mahasiswa UMC Kuasai Pengetahuan & Keterampilan
- 29 Sep 2026 16:36 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mendorong mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia yang semakin kompleks. Hal itu disampaikan dalam kuliah umum rangkaian Milad ke-26 UMC, dengan tema “Mengawal Pendidikan Berkualitas untuk Semua”, Senin 28 September 2026.
Ia mengatakan, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan capaian akademik, tetapi perlu memiliki pengetahuan luas, keterampilan, serta karakter yang kuat. Menurutnya, tuntutan dunia masa depan membutuhkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan.
“Ketika Anda sudah memilih UMC sebagai tempat Anda belajar, maka Anda harus menyiapkan diri untuk tidak boleh menjadi mahasiswa yang biasa-biasa saja. Anda harus bekerja lebih, harus berikhtiar lebih giat, lebih hebat lagi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat tiga modal utama yang perlu dimiliki mahasiswa untuk menghadapi tantangan masa depan. Ketiganya yakni menjadi pribadi berpengetahuan luas atau be knowledgeable person, memiliki berbagai keterampilan atau be capable person, serta tetap rendah hati atau be humble person.
Ia menekankan pentingnya mahasiswa memperbanyak membaca dan belajar dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Menurutnya, kemudahan akses terhadap berbagai sumber pengetahuan saat ini perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas diri.
“Gunakan teknologi untuk mengakses informasi, gunakan teknologi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Sekarang resources-nya bisa diakses dengan sangat mudah,” katanya.
Selain pengetahuan, mahasiswa juga didorong menguasai keterampilan teknis maupun nonteknis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Keterampilan tersebut antara lain kecerdasan buatan atau AI, analisis data, berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, kolaborasi, adaptasi, pemecahan masalah, hingga kemampuan bernegosiasi.
Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi penting karena perubahan dunia kerja membuat seseorang tidak selalu bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikan formalnya. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan yang luas agar mampu beradaptasi dengan berbagai bidang pekerjaan.
“Pintar saja tidak cukup, punya IP yang tinggi tidak cukup, harus disertai dengan berbagai macam keterampilan yang memungkinkan Anda meraih pekerjaan, meraih kesejahteraan material dalam kehidupan Anda, dan sukses dalam berbagai karir,” ujarnya.
Sementara itu, modal ketiga yang ditekankannya adalah karakter dan integritas. Ia meminta mahasiswa tetap rendah hati, memiliki moralitas tinggi, serta menjunjung akhlak dan integritas dalam menjalani kehidupan maupun karier.
“Jadilah orang yang memiliki moralitas yang tinggi, integritas yang luhur, akhlakul karimah. Karena itulah kunci kita bisa bertahan, kunci kita bisa leading, kunci kita bisa memimpin,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ia juga mengapresiasi peran Muhammadiyah dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Ia menyebut pengembangan pendidikan Muhammadiyah perlu terus dilakukan melalui inovasi, kreativitas, profesionalisme, dan peningkatan mutu layanan pendidikan.
Ia menilai semangat fastabiqul khairat perlu diterapkan dalam pengelolaan lembaga pendidikan Muhammadiyah, termasuk perguruan tinggi. Prinsip tersebut, mendorong lembaga pendidikan untuk terus melakukan pembaruan dan menjadi pelopor dalam berbagai bidang.
Ia juga mengingatkan mahasiswa mengenai tantangan masa depan, mulai dari perubahan iklim, perkembangan teknologi, hingga perubahan sosial dan budaya. Menurutnya, berbagai perubahan tersebut membutuhkan kesiapan pengetahuan, keterampilan, ketahanan mental, serta kekuatan spiritual.
Menutup kuliah umumnya, Abdul Mu’ti berpesan agar mahasiswa UMC percaya diri dalam merancang masa depan dan terus berusaha meningkatkan kemampuan. Ia menegaskan bahwa masa depan mahasiswa ditentukan oleh kemauan untuk terus belajar dan berkembang.
“Your future start from here. Masa depan Anda dimulai dari sini. Masa depan Anda dimulai dari Universitas Muhammadiyah Cirebon,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....