Satgas Literasi Agama Antisipasi Modifikasi Informasi dengan AI
- 29 Sep 2026 14:12 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Percepatan literasi agama dilakukan karena penyebaran informasi melalui internet berlangsung lebih luas dan cepat dibandingkan penyampaian secara konvensional. Kondisi tersebut membuat ruang digital menjadi salah satu lingkungan penting dalam penyuluhan agama kepada masyarakat.
Penyuluh Agama Islam Fungsional Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, H. Saeful Malik, S. Ag, M.Pd. I, mengatakan penggunaan internet dan media sosial telah menjangkau sebagian besar masyarakat Indonesia. “Penyebaran informasi di internet ternyata jauh lebih luas, lebih cepat, lebih ini dibandingkan dengan secara konvensional,” katanya kepada RRI, Selasa, 29 September 2026.
Menurut Saeful, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah informasi keagamaan yang tidak disampaikan secara utuh kepada masyarakat. Materi ceramah yang dipotong dari konteks dapat membuat pesan yang diterima masyarakat berbeda dari maksud awal.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan juga menjadi tantangan karena informasi dapat dimodifikasi menjadi materi yang berbeda dari sumber aslinya. “Dengan teknologi AI dan sebagainya seperti ini, informasi yang disampaikan oleh kyainya A, tapi kemudian dimodifikasi sehingga itu disebarkan ke masyarakat menjadi B, C,” ujarnya.
Satgas memiliki tugas untuk meminimalkan penyebaran hoaks dan menyaring informasi keagamaan yang tidak berimbang. Informasi yang ditemukan kemudian dapat diluruskan dengan penjelasan yang sesuai berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Saeful menjelaskan pembentukan satgas membuat penanganan informasi tidak hanya dilakukan secara individual oleh penyuluh. Kolaborasi berbagai unsur Kementerian Agama memungkinkan edukasi dan pelurusan informasi dilakukan secara bersama.
Penguatan tersebut berjalan dalam peta jalan yang dimulai pada 2026 dengan pembangunan pondasi hingga evaluasi pada 2029. Tahapannya meliputi penguatan ekosistem pada 2027 dan perluasan dampak pada 2028 sebelum evaluasi pada 2029.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....