Dari Budaya ke Etalase Digital, GEKRAFS Cirebon Mulai Bergerak

  • 29 Sep 2026 09:40 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Dewan Pengurus Cabang GEKRAFS Kota Cirebon telah dilantik dengan jumlah 22 pengurus untuk periode 2026–2029 pada Sabtu, 26 September 2026.
  • Agenda utama GEKRAFS Cirebon adalah menemukan dan mempromosikan produk UMKM lokal, menceritakan kisah budaya Cirebon, serta memberikan platform bagi kreator lokal untuk memperluas jangkauan pasar.
  • Potensi ekonomi kreatif Cirebon diyakini belum optimal karena hanya dipajang tanpa strategi pemasaran dan storytelling yang kuat untuk penetrasi pasar yang lebih luas.

RRI.CO.ID, Kuningan - Potensi ekonomi kreatif Cirebon tak cukup hanya dipajang. Produk UMKM perlu ditemukan, budaya perlu diceritakan, dan para kreator lokal perlu diberi panggung untuk membawa semuanya keluar dari kota.

Gagasan itu menjadi salah satu agenda Dewan Pengurus Cabang Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kota Cirebon setelah 22 pengurus periode 2026–2029 resmi dilantik pada Sabtu, 26 September 2026. Kepengurusan baru tersebut akan bergerak melalui delapan bidang dan empat badan otonom.

Namun Ketua DPC GEKRAFS Kota Cirebon, Syafrul Setia Bakti, mengatakan organisasinya memilih tidak menggarap seluruh subsektor ekonomi kreatif sekaligus. Sejumlah program akan lebih dulu menjadi prioritas.

Salah satunya Caruban Nagari.Dari etalase digital hingga konten para kreator, pekerjaan GEKRAFS Kota Cirebon periode 2026–2029 kini dimulai: membuat potensi lokal tidak berhenti menjadi cerita di kota sendiri. Platform digital ini disiapkan sebagai etalase yang mempertemukan kekayaan budaya Cirebon dengan produk UMKM lokal.

Isinya tidak sekadar informasi budaya, tetapi juga ruang untuk mengenalkan produk usaha warga. “Di dalamnya berisi tentang budaya-budaya Cirebon. Kita akan memperkenalkan kepada publik apa saja yang ada di Kota Cirebon, lalu ada etalase UMKM,” ujar Syafrul, di Tabalong , Selasa, 29 September 2026.

Caruban Nagari juga dirancang untuk membantu pendataan UMKM secara lebih terpusat. Data tersebut nantinya dapat digunakan untuk memetakan pelaku usaha sekaligus potensi yang berkembang di Kota Cirebon.

Targetnya lebih jauh dari sekadar dikenal warga lokal. GEKRAFS ingin produk UMKM memiliki jalan menuju pasar luar daerah, bahkan membuka peluang pemasaran ke pasar internasional.

Program ini ditujukan untuk mendorong dan membina kreator konten lokal agar mampu mengolah kekayaan budaya serta potensi ekonomi kreatif Cirebon menjadi konten yang menarik. Di ruang digital, sebuah produk tidak selalu dikenal karena iklan.

Cerita di balik produk, cara pengemasan, kreativitas visual, hingga cara seseorang menceritakannya dapat menentukan sejauh mana sebuah potensi lokal menjangkau publik. Di titik itulah kreator lokal ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang ingin dibangun GEKRAFS.

Cirebon memiliki produk, budaya dan komunitas. Tantangannya adalah menghubungkan semua potensi itu dengan teknologi dan pasar.

Kepengurusan GEKRAFS Kota Cirebon periode 2026–2029 membawa agenda kolaborasi dengan UMKM, komunitas, kreator, pemerintah dan dunia usaha. Caruban Nagari menjadi salah satu pintu untuk mempertemukan produk dengan pasar.

Sementara program kreator menjadi jalur untuk membawa cerita Cirebon ke ruang digital. Dengan dua pendekatan itu, GEKRAFS mencoba menempatkan ekonomi kreatif bukan hanya sebagai urusan produksi, melainkan juga soal bagaimana sebuah karya ditemukan, dikenal dan memiliki akses pasar.

Pelantikan 22 pengurus pun menjadi awal. Ukuran keberhasilannya kelak bukan pada banyaknya program yang diluncurkan, melainkan sejauh mana pelaku kreatif Cirebon memperoleh ruang, jejaring dan pasar yang lebih luas.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....