SP BISS Dorong Hubungan Industrial yang Harmonis di PT Long Rich Indonesia
- 28 Sep 2026 14:42 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Hubungan industrial yang baik antara pekerja dan manajemen menjadi salah satu hal penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas perusahaan. Komunikasi, musyawarah dan saling menghargai dinilai perlu terus dibangun agar kepentingan perusahaan maupun pekerja dapat berjalan secara beriringan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Serikat Pekerja BISS PT Long Rich Indonesia sekaligus Ketua Ormas DPC 234 SC Kabupaten Cirebon Fahmi Dwi Fauzi. Menurut Fahmi, hubungan antara perusahaan dan pekerja bukan hanya menyangkut aktivitas pekerjaan, tetapi juga berkaitan dengan kehidupan keluarga pekerja serta lingkungan masyarakat di sekitar kawasan industri.
PT Long Rich Indonesia merupakan perusahaan manufaktur alas kaki yang berada di wilayah Cirebon Timur. Berdasarkan keterangan Fahmi, jumlah tenaga kerja yang terserap di perusahaan tersebut saat ini mencapai kurang lebih 30.000 orang. Jumlah tenaga kerja tersebut membuat aktivitas perusahaan memiliki keterkaitan dengan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat sekitar, mulai dari usaha makanan, perdagangan kebutuhan sehari-hari, tempat tinggal atau rumah kos, transportasi, hingga usaha jasa lainnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas industri dengan kegiatan ekonomi masyarakat, meskipun besarnya dampak ekonomi tentu dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dalam hubungan industrial, keberadaan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) menjadi salah satu bagian penting. PKB menjadi pedoman yang mengatur berbagai ketentuan mengenai hak dan kewajiban perusahaan maupun pekerja.
Menurut Fahmi, perbedaan pandangan dalam hubungan kerja merupakan sesuatu yang dapat terjadi. Karena itu, ruang dialog dan musyawarah perlu tetap dibuka agar berbagai persoalan dapat dibahas secara baik.
Menurut Fahmi, hubungan industrial yang kondusif merupakan kepentingan bersama. Perusahaan membutuhkan lingkungan kerja yang mendukung kegiatan usaha, sementara pekerja membutuhkan kepastian dalam menjalankan pekerjaan dan memenuhi kebutuhan keluarga.“Harapan kami sederhana, perusahaan dapat terus berkembang, pekerja dapat bekerja dengan tenang dan masyarakat sekitar juga dapat merasakan manfaat dari aktivitas ekonomi yang berlangsung. Semuanya dapat berjalan bersama dengan suasana yang baik,” ucapnya.
Ia menambahkan, hubungan industrial pada dasarnya bukan hanya mengenai perusahaan dan pekerja, tetapi juga mengenai bagaimana membangun komunikasi serta kebersamaan di lingkungan kerja.“Semoga hubungan antara manajemen, pekerja dan masyarakat dapat terus berjalan dengan baik. Kami percaya komunikasi dan musyawarah merupakan jalan yang penting untuk menjaga kebersamaan,” pungkas Fahmi.
Hal tersebut disampaikan Ketua Serikat Pekerja BISS PT Long Rich Indonesia sekaligus Ketua Ormas DPC 234 SC Kabupaten Cirebon Fahmi Dwi Fauzi. Menurut Fahmi, hubungan antara perusahaan dan pekerja bukan hanya menyangkut aktivitas pekerjaan, tetapi juga berkaitan dengan kehidupan keluarga pekerja serta lingkungan masyarakat di sekitar kawasan industri.
“Bagi kami, kesempatan untuk bekerja merupakan hal yang sangat berarti. Dari pekerjaan tersebut, para pekerja dapat memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus ikut menjalankan roda perekonomian di lingkungan masing-masing,” ujar Fahmi pada Senin 28 September 2026.
PT Long Rich Indonesia merupakan perusahaan manufaktur alas kaki yang berada di wilayah Cirebon Timur. Berdasarkan keterangan Fahmi, jumlah tenaga kerja yang terserap di perusahaan tersebut saat ini mencapai kurang lebih 30.000 orang. Jumlah tenaga kerja tersebut membuat aktivitas perusahaan memiliki keterkaitan dengan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat sekitar, mulai dari usaha makanan, perdagangan kebutuhan sehari-hari, tempat tinggal atau rumah kos, transportasi, hingga usaha jasa lainnya.
Fahmi mengatakan, keberadaan lapangan pekerjaan dalam jumlah besar memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan dan memenuhi kebutuhan keluarga. Aktivitas para pekerja juga secara tidak langsung berhubungan dengan berbagai usaha masyarakat yang berada di sekitar kawasan industri.
Sebagai ilustrasi, apabila 30.000 pekerja membelanjakan rata-rata Rp15.000 per hari selama 21 hari kerja, maka secara matematis terdapat nilai transaksi sekitar Rp9,45 miliar dalam satu bulan. Perhitungan tersebut merupakan simulasi berdasarkan asumsi tertentu dan bukan merupakan data resmi mengenai keseluruhan perputaran ekonomi yang dihasilkan perusahaan.
“Yang kami lihat, aktivitas perusahaan dan aktivitas masyarakat memang saling berkaitan. Banyak usaha kecil yang berada di sekitar kawasan industri juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para pekerja,” kata Fahmi.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas industri dengan kegiatan ekonomi masyarakat, meskipun besarnya dampak ekonomi tentu dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dalam hubungan industrial, keberadaan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) menjadi salah satu bagian penting. PKB menjadi pedoman yang mengatur berbagai ketentuan mengenai hak dan kewajiban perusahaan maupun pekerja.
Fahmi menyebut komunikasi menjadi bagian penting dalam menjalankan ketentuan yang telah disepakati bersama.“PKB menjadi salah satu pedoman kami dalam menjalankan hubungan kerja. Yang terpenting adalah bagaimana komunikasi terus dijaga sehingga setiap persoalan dapat dibicarakan dengan baik dan dicari jalan keluarnya secara bersama-sama,” ucapnya.
Menurut Fahmi, perbedaan pandangan dalam hubungan kerja merupakan sesuatu yang dapat terjadi. Karena itu, ruang dialog dan musyawarah perlu tetap dibuka agar berbagai persoalan dapat dibahas secara baik.
“Pada prinsipnya kami ingin hubungan antara pekerja dan manajemen terus berjalan dengan baik. Perusahaan membutuhkan pekerja, begitu pula pekerja membutuhkan perusahaan sebagai tempat untuk mencari nafkah. Karena itu, komunikasi dan saling menghargai menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.
Fahmi juga menyampaikan apresiasi terhadap komunikasi yang selama ini terjalin antara Serikat Pekerja BISS dan manajemen PT Long Rich Indonesia. Ia berharap hubungan tersebut dapat terus dipelihara dengan mengedepankan komunikasi dan musyawarah.
“Kami tentu berharap hubungan yang sudah terjalin dapat terus dijaga dan dikembangkan. Tidak ada yang sempurna, tetapi melalui komunikasi, saling menghargai dan musyawarah, berbagai hal dapat dibicarakan dengan baik,” katanya.
Fahmi juga menyampaikan apresiasi terhadap komunikasi yang selama ini terjalin antara Serikat Pekerja BISS dan manajemen PT Long Rich Indonesia. Ia berharap hubungan tersebut dapat terus dipelihara dengan mengedepankan komunikasi dan musyawarah.
“Kami tentu berharap hubungan yang sudah terjalin dapat terus dijaga dan dikembangkan. Tidak ada yang sempurna, tetapi melalui komunikasi, saling menghargai dan musyawarah, berbagai hal dapat dibicarakan dengan baik,” katanya.
Menurut Fahmi, hubungan industrial yang kondusif merupakan kepentingan bersama. Perusahaan membutuhkan lingkungan kerja yang mendukung kegiatan usaha, sementara pekerja membutuhkan kepastian dalam menjalankan pekerjaan dan memenuhi kebutuhan keluarga.“Harapan kami sederhana, perusahaan dapat terus berkembang, pekerja dapat bekerja dengan tenang dan masyarakat sekitar juga dapat merasakan manfaat dari aktivitas ekonomi yang berlangsung. Semuanya dapat berjalan bersama dengan suasana yang baik,” ucapnya.
Ia menambahkan, hubungan industrial pada dasarnya bukan hanya mengenai perusahaan dan pekerja, tetapi juga mengenai bagaimana membangun komunikasi serta kebersamaan di lingkungan kerja.“Semoga hubungan antara manajemen, pekerja dan masyarakat dapat terus berjalan dengan baik. Kami percaya komunikasi dan musyawarah merupakan jalan yang penting untuk menjaga kebersamaan,” pungkas Fahmi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....