PPN 2026 Jadi Ruang Mahasiswa Tingkatkan Kapasitas Keprotokolan

  • 16 Sep 2026 21:06 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon — Pekan Protokol Nasional atau PPN 2026 di Kota Cirebon menjadi ruang mahasiswa meningkatkan kemampuan di bidang keprotokolan. Kegiatan yang digelar UKM Korps Protokol Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Senin 14 September 2026 tersebut, diikuti pegiat protokol mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati mengapresiasi penyelenggaraan PPN 2026 yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai wilayah. Menurutnya, forum tersebut dapat memperluas jejaring sekaligus menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman dalam menjalankan tugas keprotokolan.

"Bicara tentang keprotokolan berarti bicara tentang tata aturan, kelancaran sebuah acara, sekaligus representasi wibawa sebuah institusi. Karena itu, tugas protokol bukan sekadar mengatur tempat duduk atau menyambut tamu, tetapi membutuhkan kemampuan komunikasi, pengelolaan waktu, ketelitian, hingga kemampuan mengambil keputusan dengan cepat ketika menghadapi situasi di lapangan," ujarnya yang dikutip dari press release Pemkot Cirebon pada Senin, 14 September 2026.

Siti Farida mengatakan keprotokolan memiliki peran penting dalam penyelenggaraan kegiatan pemerintahan maupun institusi karena berkaitan dengan tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan. Tuntutan tersebut semakin kompleks karena kegiatan resmi kini dapat dengan cepat diketahui dan menjadi perhatian masyarakat melalui keterbukaan informasi.

"Ketika pelaksanaan sebuah acara tidak berjalan dengan baik, dampaknya bukan hanya pada jadwal yang terganggu. Lebih jauh, hal itu dapat memengaruhi citra institusi maupun pimpinan yang diwakili. Karena itu, pekerjaan keprotokolan membutuhkan presisi, kedisiplinan, ketelitian, dan kemampuan membaca situasi," katanya.

Menurut Siti Farida, pengalaman mahasiswa dalam organisasi keprotokolan dapat menjadi bekal untuk menghadapi lingkungan kerja. Selain memahami teknis acara, mahasiswa berkesempatan mengembangkan kemampuan komunikasi, adaptasi, etika formal, serta pengambilan keputusan dalam situasi yang membutuhkan respons cepat.

"Keikutsertaan dalam organisasi keprotokolan kampus merupakan investasi soft skill yang sangat berharga. Saudara-saudara tidak hanya dilatih menjadi penyelenggara acara, tetapi juga belajar menjadi pengelola komunikasi dan representasi sebuah institusi. Kompetensi seperti ini sangat relevan ketika nanti memasuki dunia kerja, baik di pemerintahan maupun sektor profesional lainnya," ucapnya.

Siti Farida berharap peserta PPN 2026 dapat memanfaatkan pertemuan tersebut untuk saling bertukar pengetahuan dan praktik dalam pelaksanaan keprotokolan. Jejaring yang terbentuk diharapkan dapat terus berkembang dan mendorong peningkatan kualitas kerja protokol di institusi masing-masing.

"Jadikan kegiatan ini sebagai ruang untuk belajar, bertukar pengalaman dan praktik terbaik, sekaligus memperluas jejaring. Mudah-mudahan setelah kembali ke institusi masing-masing, ada hal-hal baik yang bisa diterapkan untuk meningkatkan mutu kerja keprotokolan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....