Desa Karanganyar Kabupaten Cirebon Usulkan Sumur dalam untuk Atasi Krisis Air
- 16 Sep 2026 16:45 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pemerintah Desa Karanganyar mengusulkan tiga titik sumur dalam untuk mengatasi kekeringan lahan pertanian. Kuwu Desa Karanganyar, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon, H. Suranto, mengatakan usulan disampaikan sejak rapat dinas tahun 2025.
Proposal kembali diajukan agar pemerintah daerah melihat kondisi lahan dan menentukan titik sumber air yang dibutuhkan petani. “Makanya saya harapkan dinas-dinas tuh turun ke lapangan biar tahu kondisi di lapangan seperti apa,” ujarnya dalam acara kentongan RRI pada Selasa, 15 September 2026.
Suranto mengatakan tiga titik sumur dalam dibutuhkan Desa Karanganyar untuk membantu mengairi lahan pertanian yang terdampak. Menurutnya, satu titik sumur dalam diperkirakan mampu membantu pengairan sekitar sepuluh hektar lahan pertanian terdampak.
Kebutuhan tersebut menjadi penting karena sumber air dari Bendungan Cisepan telah habis selama kemarau panjang berlangsung. Aliran Cimanis juga belum dapat dimanfaatkan maksimal karena diperlukan pompa besar untuk menaikkan air menuju saluran irigasi.
Suranto mengatakan bantuan sumur dalam tidak dapat menyelamatkan musim tanam tahun ini karena proses pembangunan membutuhkan waktu. Namun, sumber air tersebut penting untuk memasuki musim tanam ketiga setelah petani menyelesaikan tanam kedua.
“Kalau seandainya satu desa kasih tiga titik aja udah kayaknya sih uh bisa lah untuk ketahanan pangan ini,” ucapnya. Suranto berharap Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon turun langsung melakukan survei untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan lapangan.
Pemerintah desa selama ini menggunakan dana desa untuk mendukung ketahanan pangan, tetapi jangkauannya terbatas pada kebutuhan infrastruktur. Realisasi sumur dalam diharapkan memperkuat pengairan sawah sekaligus mendukung keberlanjutan produksi pangan di Kecamatan Karangwareng.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....