Griya Rasa Berdayakan Purna PMI lewat Olahan Mangga

  • 16 Sep 2026 07:05 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Indramayu – Program Pilar Griya Rasa hadir mendampingi ibu-ibu purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Desa Sliyeg Lor, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini terfokus pada pemanfaatan dan pengolahan buah mangga afkir atau kualitas reject menjadi produk kuliner bernilai jual tinggi.

Langkah pemberdayaan ekonomi warga ini merupakan bagian dari kolaborasi bersama PT Pertamina IT Balongan. Inisiatif tersebut memberikan solusi atas kebingungan para mantan buruh migran yang kehilangan sumber penghasilan setelah kembali ke desa.

Pilar program Griya Rasa dihadirkan sebagai bentuk kepedulian sosial untuk memfasilitasi kemiskinan ekonomi bagi para pekerja migran di kawasan perdesaan Indramayu. Community Development Officer PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Balongan, Yhova Muliana, menjelaskan latar belakang terbentuknya pilar pemberdayaan masyarakat tersebut.

"Ketiga tadi ada Griya Rasa itu kita memberdayakan ibu-ibu eks migran kebetulan sekitar ada 6 anggota itu pernah merantau atau menjadi pekerja TKI di Taiwan, Hongkong, dan Arab. Tapi ketika mereka kembali itu mereka bingung gitu mau ngapain," ujar Yhova, Selasa, 15 September 2026.

Baca juga: Petani Milenial Indramayu Terapkan UHDP dan Greenhouse

Sebelum adanya makanan ini, mangga berkualitas rendah hanya dihargai lima ribu rupiah atau dibuang begitu saja. Diversifikasi produk dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga petani di perdesaan.

“Dengan adanya potensi mangga ketika itu kan harganya hanya Rp 5.000 kadang dibuang begitu aja begitu harapannya dengan adanya masakan mangga itu nanti bisa memperpanjang umur si mangga ini biar bisa memberikan pendapatan, Untuk saat ini kita baru bikin cookies mangga, ini harapannya kedepangan bisa keripik mangga, kan kalau keripik kan bisa lebih tahan lama," ucap Yhova.

Upaya pemberdayaan masyarakat ini mendapat apresiasi positif dari Pemerintah Desa Sliyeg Lor. Kepala Desa Sliyeg Lor, Hj. Yunani, menyampaikan rasa terima kasihnya atas program kolaboratif yang masuk ke wilayahnya.

"Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih dengan adanya pemberdayaan untuk warga kami ini. Dampak positifnya sangat terasa, warga di Desa Sliyeg Lor sangat terbantu dengan pengembangan budidaya pohon mangga Miyazaki hingga pengolahan menjadi produk kue. Iya, ini bisa mengurangi angka pengangguran di desa kami. Mudah-mudahan dengan adanya pemberdayaan ini, pendapatan masyarakat bisa meningkat dan terus terbantu," ujar Kepala Desa Sliyeg Lor.

Dampak keberadaan kelompok ini dirasakan langsung oleh komunitas perempuan di Desa Sliyeg Lor. Warga kini memiliki kegiatan produktif yang berkelanjutan tanpa harus kembali bekerja ke luar negeri.

Sinergi antara peningkatan nilai tambah hasil panen dan budidaya tanaman premium melengkapi ekosistem pertanian modern di Kawasan tersebut. Langkah ini membuktikan bahwa penguatan ekonomi desa dapat dicapai melalui pemanfaatan potensi local yang dikelola secara kreatif.

Penulis: Rahma Aulia

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....