Petani Milenial Indramayu Terapkan UHDP dan Greenhouse
- 16 Sep 2026 07:00 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu – Sekelompok petani milenial di Desa Sliyeg Lor, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menerapkan teknologi Ultra High Density Planting (UHDP) dan rumah kaca (greenhouse). Inovasi ini dihadirkan guna menangkis gempuran produk mangga impor di pasar swalayan, sekaligus meningkatkan kualitas dan nilai jual mangga lokal yang kerap anjlok saat panen raya.
Ketua Kelompok Salam Tani, Erwin Wiguna, menggabungkan teknik penanaman kerapatan tinggi dengan sistem rumah kaca untuk membudidayakan varietas unggulan. Pendekatan ini dilakukan guna mempertahankan nilai jual buah lokal agar mampu menembus jaringan supermarket modern.
“Nah disitu kami generasi kedua dari orang tua kami budidaya mangga sehingga kami alternatifnya adalah bagaimana budidaya mangga ini secara baik praktisnya yang baik dan sesuai dengan kebutuhan pasar.Intinya satu ya tujuan terakhirnya Pak, kenapa kami buatkan penelitian kayak gini agar mempertahankan harga buah buah lokal kami ciptakan bagaimana caranya sekilo itu diatas Rp50.000 bahkan yang di dalam itu pengennya minimal 1 kilo itu Rp100.000,” ujar Erwin, Selasa, 15 September 2026.
Di atas lahan penelitian seluas setengah hektar, kelompok tani ini memfokuskan budidaya pada varietas mangga berkulit merah eksotis, seperti Miyazaki dari Jepang, Yuwen dari Taiwan, dan Red Ivory dari Thailand. Komoditas unggulan ini diproduksi khusus untuk menyaingi dominasi buah impor pada segmen pasar swalayan menengah ke atas.
“Nah Ini Mangga yang kami budidayakan karena untuk menangkis pasar mangga di pasar modern. Kebutuhan pasarnya saat ini yang lagi tren itu kulit merah mangga kulit merah Pak,” kata Erwin.
Sebagai perbandingan, mangga Yuwen hasil budidaya lokal tersebut dipatok seharga Rp50.000 per-kilogram, sedangkan varietas impor sejenis di tingkat supermarket dapat mencapai Rp150.000 per-kilogramnya.
Pengembangan kebun inovatif ini mendapat dukungan penuh oleh program SAGARI (Desa Energi Mandiri) berdikari binaan PT Pertamina Patra Niaga IT Balongan sejak tahun 2024. Fasilitas greenhouse berbatang kayu tersebut diintegrasikan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 10 kWh.
Community Development Officer PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Balongan, Yhova Muliana menjelaskan, pemanfaatan PLTS 10 kWh ini digunakan untuk menyuplai energi lampu LED UV. Penambahan penyinaran selama 4 hingga 6 jam di malam hari membantu memaksimalkan proses pembuahan tanaman mangga. Selain itu, kebun ini menerapkan drip fertigation system (sistem irigasi tetes) yang terukur efisien, di mana setiap pohon mendapatkan asupan air tepat sebanyak 10 liter.
Keseriusan budidaya ini dibuktikan dengan raihan sertifikasi Good Agricultural Practices (GAP) dari Dinas Pertanian Provinsi. Legalitas dan standar mutu ini kian menetapkan Langkah kelompok tani milenial indramayu untuk menembus pasar internasional melalui jalur ekspor.
Penulis: Rahma Aulia
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....